RASIONALISME KRITIS KARL POPPER: TRANSFORMASI METODOLOGI FALSIFIKASI DALAM MENGHADAPI KRISIS EPISTEMOLOGIS SAINS MODERN

  • Fitriyani Fitriyani Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Siti Roihan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Amril M Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Liana Novita Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Abstract

Studi ini dimotivasi oleh masalah epistemologis induktivisme dalam perkembangan ilmiah kontemporer dan kecenderungan yang meningkat untuk menggunakan "kesesuaian logis" atau penalaran justifikasi dalam menghubungkan sains dengan Islam. Pendekatan seperti itu seringkali mengarah pada penyederhanaan yang berlebihan, di mana teori-teori ilmiah yang pada dasarnya bersifat sementara diperlakukan sebagai kebenaran absolut hanya untuk menyelaraskannya dengan teks-teks suci. Akibatnya, objektivitas ilmiah dan otoritas agama berisiko terkikis. Sebagai tanggapan terhadap masalah ini, penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi konsep rasionalisme kritis Karl Popper, khususnya prinsip falsifikasi, sebagai kerangka metodologis alternatif untuk mengatasi tantangan epistemologis ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pustaka kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Analisis didasarkan pada karya-karya utama Popper bersama dengan literatur ilmiah interdisipliner yang relevan mengenai sains, filsafat, dan agama. Temuan menunjukkan bahwa prinsip falsifikasi menetapkan perbedaan yang tegas antara teori-teori ilmiah, yang tetap tentatif dan terbuka untuk revisi, dan doktrin-doktrin agama, yang termasuk dalam ranah absolut metafisika. Dengan menerapkan logika coba-coba, hubungan antara sains dan agama dapat berkembang secara lebih kritis, terbuka, dan objektif tanpa mengurangi kesakralan wahyu. Lebih lanjut, studi ini menyoroti pentingnya merekonstruksi integrasi pengetahuan melalui keterbukaan intelektual, refleksi kritis, dan evaluasi berkelanjutan. Pendekatan seperti itu dianggap penting untuk mendorong budaya akademik yang inovatif dengan fondasi epistemologis yang kuat, khususnya di Lembaga Pendidikan Tinggi Agama Islam (PTKI).


Kata Kunci: Falsifikasi, Integrasi Ilmu, Karl Popper, Rasionalisme Kritis, Penalaran Justifikasi.

References

Akbar, A., & Barni, M. (2022). Pendidikan Islam Multi, Inter, dan Transdisiplin (Tinjauan Sejarah). Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam, 12(1), 15–28.
Dewi, E., Amril, M., Arbi, A., & Afrida, A. (2024). Falsifikasi Karl Popper dalam Histiografi Islam. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 23(1), 49–63.
Firdaus, M. A., Natsir, N. F., & Haryanti, E. (2021). Tinjauan Kritis Terhadap Ontologi Sains Modern (Hakikat Realitas, Tafsir Metafisika, dan Asumsi Dasar Ilmu). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(8), 701–710.
Khusnah, S., & Rossidy, I. (2025). Analisis Komparatif Pandangan Sayyed Hossein Nasr dan Mulyadhi Kartanegara Tentang Integrasi Sains dan Islam Serta Relevansinya Bagi Pembaharuan Pendidikan Islam. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(04), 262–281.
Lubis, A. N., OK, A. H., Siregar, Z. R. R., Nasution, S. R., & Zaimiri, Z. (2025). Model-model Integrasi Ilmu di Perguruan Tinggi Keagamaan di Indonesia. EDU SOCIETY: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3), 1115–1125.
Mahdi, I., Dewi, E., & Ritonga, K. R. (2025). Fenomenologi: Karl Popper (Falsifikasi). At-Tasyrih: Jurnal Pendidikan dan Hukum Islam, 11(1), 209–219.
Melati, A. P. (2025). Sejarah Perkembangan Ilmu di Barat dan Dunia Islam: Dari Abad Kuno, Pertengahan, Modern Hingga Kontemporer. Jurnal Pesona Indonesia, 2(2), 88–94.
Najiburrahman, M., Zuhri, S., Murtadho, A., & Arifin, Z. (2025). Antara Sakralitas dan Rasionalitas: Problematika Epistemologi Islam dalam Bayang-bayang Modernitas Ilmu. Yudhistira: Journal of Philosophy, 1(2), 48–56.
Purwosasaputro, S. (2023). Falsifikasi Sebagai Dasar Epistemologi Karl Raymund Popper dalam Melihat Problem Ilmu Pengetahuan. Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan, 12(2), 103–115.
Qadafi, M., Ahida, R., & Akbar, A. (2024). Sejarah Filsafat Ilmu Pada Abad Kontemporer. Jurnal Ilmiah Research Student, 1(3), 124–132.
Riski, M. A. (2021). Falsifikasi Karl R. Popper dan Urgensinya dalam Dunia Akademik. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(3), 261–272.
Setiawan, I., & Amalia, A. R. (2023). Anarkisme Epistemologi Paul K. Fayerabend dan Relevansinya dengan Berpikir Kritis dalam Pendidikan Islam. Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 36–45.
Sundari, S., Sulaeman, R., & Hambali, A. (2025). Struktur Ilmu Pengetahuan: Fondasi Epistemologis dan Implikasi Terhadap Perkembangan Ilmu Modern. HAWARI: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, 6(2), 110–116.
Syafei, I. (2025). Metodologi Penelitian Pendidikan. CV Widina Media Utama.
Yahya, Y. K. (2022). Pengembangan Sains dalam Tradisi Intelektual Islam: Perspektif Pragmatisme Peirce. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 8(1), 82–101.
Published
2026-08-31
How to Cite
FITRIYANI, Fitriyani et al. RASIONALISME KRITIS KARL POPPER: TRANSFORMASI METODOLOGI FALSIFIKASI DALAM MENGHADAPI KRISIS EPISTEMOLOGIS SAINS MODERN. CENDEKIA PENDIDIKAN, [S.l.], v. 5, n. 3, p. 1109-1121, aug. 2026. ISSN 2964-0997. Available at: <https://unars.ac.id/ojs/index.php/cendekiapendidikan/article/view/9136>. Date accessed: 09 sep. 2026. doi: https://doi.org/10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.9136.
Section
Articles