Pengembangan Model Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD

  • Lisbet Novianti Sihombing Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar
  • Rio Parsaoran Napitupulu Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar
  • Astri Pardosi Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Abstract

Pendidikan abad ke-21 merupakan sistem pendidikan yang berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan manusia yang hidup pada abad tersebut. Pendidikan abad ke-21 bertujuan untuk menciptakan insan yang kritis dalam intelektual, kreatif dalam pemikiran, etis dalam pergaulan, dan berkarakter dalam kehidupan. Pendidikan abad ke-21 harus memenuhi empat komponen, yaitu pengetahuan, keterampilan, karakter, serta metakognisi. Pembelajaran abad ke-21 membutuhkan keterampilan penguasaan teknologi melalui literasi informasi, media dan literasi teknologi. Salah satu tujuan pendidikan nasional adalah mewujudkan peserta didik yang kreatif. Hal ini juga sesuai dengan tuntutan pembelajaran di abad 21.. Sifat kreatif akan tumbuh dalam diri anak bila ia dilatih, dibiasakan sejak kecil untuk melakukan eksplorasi, inkuiri, penemuan dan memecahkan masalah. Pembelajaran kontekstual merupakan salah satu metode pembelajaran yang layak dikembangkan seiring dengan tuntutan pembelajaran dalam penerapan Kurikulum 2013. Hal ini selaras dengan karakteristik Pembelajaran kontekstual sebagai suatu metode pembelajaran konstruktivistik berorientasi pada siswa yang mampu menumbuhkan jiwa kreatif, kolaboratif, berpikir metakognisi, mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, meningkatkan pemahaman akan makna, meningkatkan kemandirian, memfasilitasi pemecahan masalah, dan membangun kelompok kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan menggunakan pendekatan Plomp.

References

[1] Abidin, Y. (2015). Pembelajaran Multiliterasi (Sebuah Jawaban atas Tantangan Pendidikan Abad ke-21 dalam Konteks Keindonesiaan). Bandung: Refika Aditama.
[2] Bialik, M., Fadel, C., Trilling, B., Nilsson, P., Groff, J. (2015). Skills for the 21st Century: What Should Students Learn? Boston: Center for Curriculum Redesign.
[3] Frydenberg, M. E., Andone, D. (2011). Learning for 21st Century Skills. IEEE’s International Conference on Information Society, London, 27-29 June 2011, 314-318.
[4] Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times. San Francisco, CA: John Wiley & Sons
[5] World Innovation Summit for Education. (Maret 2022). Education Reimagined: Leadership for a New Era. retrieved from https://www.wise-qatar.org/education-disrupted-leadership-for-a-new-era/ tanggal 31 Maret 2022.
[6] Jauhari, Muhammad.2011. Implementasi Paikem dari Behavioristik Sampai Konstruktivistik : Sebuah Pengembangan PembelajaranBerbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) . Jakarta: Prestasi Pustakarya.
[7] Subekti, H. (2014). Perspektif Menyiapkan Lulusan yang Adaptif untuk Mendukung Keterampilan Abad 21 dalam Perkuliahan Bioteknologi. Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 1 (2), 26–29.

[8] Awang & Ramly. (2008). Creative Thingking Skill Aproach Through Problem Based Learning: Pedagogy and Practice in the Engineering Classroom. International Journal of Human and Social Science 3, (1).
[9] Kokok, komalasari. 2011. Pembelajaran Kontekstual, Konsep dan Makna Pembelajaran. Jakarta : RefikaAditama.
[10] Tampubolon dan Syahputra. (2017). Perbedaan Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Berikirim Salam dan Soal dengan Think Pair Share di SMP Awasta Imelda Medan. Jurnal Pendidikan Matematika Universitas Negeri medan. Hal 47-56
[11] Ulger, K. (2018). The effect of Problrm Based Learning on the creative thinking and critical thinking disposition of students in visual arts education. Interdisciplinary Journal of Problem Based Learning, 12(1).
[12] Vera, M., Mawardi., Astuti, S. (2019). Peningkatan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Pembelajaran Problem Based Learning Pada Kelas V SDN Sidorejo Lor. V Salatiga. Maju, 6(1): 11-21.
[13] Wulandari, F.A., Mawardi, Wardani, K.W. (2019). Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Kelas 5 Menggunakan Model Mind Mapping. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 3(1):10
[14] Ardyanto, Y., Koeswati, H.D., Giarti, S. (2018). Model Problem Based Learning Berbasis Media Interaktif Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar pada Tema Lingkungan Tempat Tinggalku Kelas 4 SD. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1).
[15] Aliyah, H. (2017). Pengembangan Model Pembelajaran Tematik Berbasis Proyek untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. JPD: Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2).http://doi.org/10.21009/JPD
Published
2026-05-29
How to Cite
SIHOMBING, Lisbet Novianti; NAPITUPULU, Rio Parsaoran; PARDOSI, Astri. Pengembangan Model Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD. CENDEKIA PENDIDIKAN, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 473-492, may 2026. ISSN 2964-0997. Available at: <https://unars.ac.id/ojs/index.php/cendekiapendidikan/article/view/8369>. Date accessed: 30 may 2026. doi: https://doi.org/10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8369.
Section
Articles