UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DALAM MENAATI TATA TERTIB MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS PEMODELAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 PANJI TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Abstract
Fenomena di lapangan menunjukkan kondisi kedisiplinan siswa kelas IX SMP Negeri 4 Panji dalam ketiga aspek tersebut masih rendah. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah mengetahui gambaran kedisiplinan siswaKelas IX dalam menaati tata tertib sebelum dan setelah diberi layanan penguasaan konten dengan teknik modelling. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya maka permasalahan utama adalah “Upaya meningkatkan kedisiplinan siswa dalam menaati tata tertib melalui layanan penguasaan konten dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual berbasis pemodelan pada siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Panji tahun pelajaran 2018/2019†yang ingin dikaji lebih lanjut dalam pertanyaan penelitian berikut: satu Bagaimana gambaran kedisiplinan siswa dalam menaati tata tertib sebelum diberi layanan penguasaan konten dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual berbasis pemodelan pada siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Panji tahun pelajaran 2018/2019?, dua Bagaimana gambaran kedisiplinan siswa dalam menaati tata tertib setelah diberi layanan penguasaan konten dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual berbasis pemodelan pada siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Panji tahun pelajaran 2018/2019? dan tiga Apakah terdapat peningkatan kedisiplinan siswa dalam menaati tata tertib setelah diberi layanan penguasaan konten dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual berbasis pemodelan pada siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Panji tahun pelajaran 2018/2019? Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah semua siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Panji. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Random Sampling dan Kelas IX B yang menjadi sampel penelitian dengan jumlah responden 32 siswa. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen skala kedisiplinan sebanyak 63 item. Instrument tersebut telah diujicobakan untuk digunakan dalam penelitian. Metode analisis data menggunakan deskriptif persentase dan t-test. Hasil penelitian yang diperoleh, tingkat kedisiplinan siswa sebelum mendapatkan layanan penguasaan konten tergolong dalam kategori sedang dengan persentase 66,6% Setelah mendapatkan penguasaan konten meningkat menjadi 77,6% dalam kategori tinggi.
References
Abimanyu, Soli dan Thayeb Manrihu. 1996. Tehnik dan Laboratorium Konseling. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Arikunto, Suharsimi. 1990. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Azwar, Syaifudin. 2000. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Bahri, Syamsul. 2008. Tanggung Jawab,Disiplin, Jujur itu Keren (Pendidikan Anti Korupsi Kelas 1 SMP/MTS). Jakarta: KPK Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat.
Corey, Gerald. 2007. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.
Crain, William. 2007. Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi (Edisi Ketiga). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Durkheim, Emile. 1990. Pendidikan Moral Suatu Studi Teori dan Aplikasi Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Erlangga.











