PEMBENTUKAN BUDAYA DISIPLIN SISWA MELALUI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SD NEGERI 2 TRIBUNGAN MLANDINGAN SITUBONDO
Abstract
Menanamkan kedisiplinan siswa merupakan tugas tenaga pengajar (guru). Untuk menanamkan kedisiplinan siswa ini harus dimulai dari dalam diri kita sendiri, barulah kita dapat mendisiplinkan orang lain sehingga akan tercipta ketenangan, ketentraman, dan keharmonisan, kedua Pembentukan Budaya Disiplin Siswa Melalui Kepemimpinan Kepala Sekolah di SD Negeri 2 Tribungan Mlandingan Situbondo tahun pelajaran 2018/2019 bahwa adanya penghargaan dari pihak sekolah dan pendidik berupa beasiswa bebas SPP, piagam penghargaan, hadiah ataupun pujian yang diberikan kepada siswa teladan dan berprestasi. Sebaliknya sekolah juga memberikan sanksi atau hukuman terhadap siswa yang melanggar tata tertib atau aturan yang berlaku dengan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya. Diantara sanksi yang diberikan terhadap siswa yang melanggar tata tertib di SD Negeri 2 Tribungan Mlandingan Situbondo adalah berupa peringatan atau nasehat, surat pernyataan dan sanksi lainnnya dari kedisiplinan, dan setiap pelanggaran di kenakan point atau skor yang fungsinya sebagai alat untuk mengontrol dan ketiga Meningkatkan Pembentukan Budaya Disiplin Siswa Melalui Kepemimpinan Kepala Sekolah di SD Negeri 2 Tribungan Mlandingan Situbondo tahun pelajaran 2018/2019 bahwa 1) Guru harus lebih tegas dalam menerapkan peraturan dan kedisiplinan, 2) Apabila ada siswa yang melanggar peraturan harus dikenakan sanksi, 3) Guru harus memahami karakteristik siswanya, 4) Sosialisasi antara guru dan siswa harus terjalin dengan baik, 5) Setiap hari senin sekolah mengadakan upacara rutin dengan tujuan agar siswa lebih disiplin dan 5) Diadakan razia setiap setengah bulan sekali.
References
Abu Ahmadi, 1986. Teknik Belajar yang Tepat. Semarang : Mutiara Widya, Cet. III.
Agus M. Hardjana, 1994. Kiat Sukses Studi diPerguruan Tinggi, Yogyakarta : Kanisius. Cet. I
Ahmad Rohani, Abu Ahmadi, 1995. Pengelolaan Pengajaran, Jakarta: Rieneka
Alex Sobur, 1988. Pembinaan Anak Dalam Keluarga, Jakarta: BPK. Gunung
Agung Mulia, cet. Ke-2.
Aziz Rosdiansyah. 2010. Peranan Pendidikan Akhlak Dalam Pembinaan Disiplin
Belajar Siswa Kelas 2 MTs Muhammadiyah I Ciputat
Ing Wardiman Djoyonegoro. 1998. Pembudayaan Disiplin Nasionalâ€,dalam D.
Soemarmo (ed), Pedoman Pelaksanaan Disiplin Nasional dan Tata Tertib Sekolah 1998, Jakarta: Mini Jaya Abadi. Cet. 1
Koentjoroningrat, 2004. Metode-Metode Penelitian Masyarakat III, Djakarta: Gramedia
Lexy J. Moleong, 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mardalis, 2000. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara.
Mathews B. Milles, A. Michael Huberman, 2002. Analisis Data Kualitatif. Jakarta : UI Press.
Miles, M. B., & Hubermen, A.M. Analisis Data Kualitatif. (Terjemahan oleh
Tjetjep Rohendi Rohidi. Universitas Indonesia, Jakarta, 1984
Neing Ratmaningsih, 1997. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk
SMU Kelas 2, Bandung : Grafindo Media Pratama.
Rifai. 2006. Hubungan Disiplin dengan Prestasi Belajar Siswa Mts Negeri 3
Pondok Pinangâ€, Skripsi Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
Jakarta: Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sardiman AM, 1990. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : Rajawali. cet. III
Suharsimi Arikunto, 2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Bina Aksara.
Totok Santoso,1988.Layanan Bimbingan Belajar di Sekolah Menengah, Semarang: Satya Wacana, cet. I
Wardiman Djoyonegoro, 1998. “Pembudayaan Disiplin Nasionalâ€,dalam D.
Soemarmo (ed), Pedoman Pelaksanaan Disiplin Nasional dan Tata Tertib
Sekolah 1998, Jakarta: Mini Jaya Abadi, Cet. 1
Zakiyah Daradjat, 1995. Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah, Jakarta : Ruhama. cet. II











