MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN MEANINGFULL LEARNING MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII-B DI SMP NEGERI 4 SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Abstract
Model pembelajaran Meaningfull learning merupakan model pembelajaran yang diharapkan dapat menanamkan rasa percaya diri dan bangga pada siswa, membangkitkan minat atau perhatian serta memberi kesempatan kepada mereka untuk mengevaluasi diri. Model pembelajaran ini dirancang dan dapat digunakan oleh guru untuk mempengaruhi tingkat keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran yang akan berdampak pada prestasi belajar siswa. Berdasarkan observasi di SMP Negeri 4 Situbondo bahwa siswa dalam kelas sangat ramai pada saat pembelajaran sehingga hasil belajar siswa mencapai 50% atau 15 siswa yang tuntas. Hal ini masih di bawah KKM yang ditetapkan oleh SMP Negeri 4 Situbondo yaitu 85% maka perlu adanya perbaikan model pembelajaran yang variatif yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa.Dengan adanya Model pembelajaran Meaningfull learning diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Desain penelitian menggunakan PTK. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisa data yang telah dikemukakan di bab IV dapat diuraikan sebagai berikut: Hasil belajar Siswa meningkat 94% melalui Penerapan Pembelajaran Meaningfull learning mata pelajaran matematika materi pokok bilangan bulat kelas VII-B di SMP Negeri 4 Situbondo tahun pelajaran2019/2020 dan Aktivitas belajar Siswa mencapai persentase 94% melalui Penerapan Pembelajaran Meaningfull learning mata pelajaran matematika materi pokok bilangan bulat kelas VII-B di SMP Negeri 4 Situbondo tahun pelajaran 2019/2020.
References
Awoniyi, dkk. 1997. Psikologi Pendidikan Jakarta PT. Rineka Cipta
Bandura. 1988. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Grasindo
Bohlin, Roy M. 1987. Motivation in instructional design: Comparison of an
American and a Soviet model, Journal of Instructional Development
Bower dan Hilgard, 1975. The New Source Book For Teaching Reasoning and
Problem Solving In Elementary School. Boston: Allyn and Bacon.
DeCecco,1968. Effects of Learning Together Model of Cooperative Learning on
English as a Foreign Language Reading Achievement, Academic SelfEsteem, and Feelings of School Alienation. Bilingual Research Journal, 27:3
Gagne, Robert M. dan Driscoll, Marcy P. 1988. Essentials of learning for instruction.
Hamalik Oemar. 2003. Inovasi Pendidikan. Bahan kajian Perkuliahan Inovasi Pendidikan. Bandung.
Herndon, James N. 1987. Learner interests, achievement, and continuing
motivation in instruction, Journal of Instructional Development, Vol. 10 (3), 11-14.
J. Mursell dan Nasution, 2000. Memacu masyarakat berprestasi. Terjemahan
Siswo Suyanto dan W.W. Bakowatun. Jakarta: CV. Intermedia
Keller, John M. 1983. Motivational design instruction dalam Charles M Reigeluth.
Keller dan Kopp. 1987. Cooperative Learning Method: A Meta-Analysis,
Tersedia: http://www.co-operation.org/pages/clmethods. html (6 September 2012)
Kosasi, 2007. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Lesser. 1988. Learning. Educational Leadership/ 22 September 2012
Morris, William.1981. The American heritage dictionary of English language.Boston
Martin dan Briggs. 1986. Cooperative learning Second Edition. Massachusett: Allyn and Bacon Publisher.











