MANAJEMEN RESIKO TERHADAP TURNOVER KARYAWAN DI INDUSTRI WISATA EDUKASI: STUDI PADA KAMPUNG COKLAT BLITAR
Abstract
Turnover karyawan merupakan tantangan krusial dalam manajemen sumber daya manusia di industri wisata edukasi, yang berdampak pada efisiensi operasional, biaya rekrutmen, dan kualitas pelayanan pengunjung. Penelitian ini menganalisis manajemen risiko terhadap turnover karyawan di PT Kampung Coklat Blitar melalui studi kasus berbasis magang selama empat bulan di Divisi HRD. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik observasi partisipatif, wawancara semi-struktural dengan 8 responden, serta analisis dokumen seperti logbook dan data pengunjung via Pivot Table Excel. Hasil menunjukkan turnover normal secara keseluruhan, tetapi lebih tinggi di divisi lapangan (outlet, wahana, kebersihan) akibat faktor individu seperti ketidakadaptasian budaya kerja, organisasi seperti kurangnya pengembangan karier, lingkungan kerja berbeban tinggi, dan eksternal seperti peluang kompetitif. Strategi retensi perusahaan, termasuk program kesejahteraan (BPJS full, posko kesehatan), evaluasi KPI, rotasi jabatan, rekrutmen proaktif, kegiatan sosial, pelatihan experiential, komunikasi internal digital, serta mentoring karir, efektif menurunkan resign hingga 12% di lapangan. Namun, penguatan komunikasi dua arah dan jalur karir inklusif diperlukan untuk mengurangi motif job-hopping. Penelitian ini berkontribusi pada praktik manajemen risiko di sektor wisata edukasi, merekomendasikan evaluasi berkala dan kolaborasi eksternal untuk retensi berkelanjutan, mendukung visi perusahaan membangun masyarakat berdaya melalui agribisnis kakao.





