Pengaruh Model Pembelajaran Sentra Seni Terhadap Peningkatan Motorik Halus Dan Kreativitas Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak
Abstract
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fase fundamental dalam perkembangan manusia yang menuntut pembelajaran bermakna melalui kegiatan bermain. Namun hasil observasi awal di TK Ananda Sumbersari Jember menunjukkan sebagian besar anak masih memiliki keterbatasan dalam kemampuan motorik halus dan kreativitas, terutama dalam kegiatan yang membutuhkan koordinasi gerak presisi seperti menggunting, menempel, melipat, menggambar, serta mengekspresikan ide secara kreatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran sentra seni terhadap peningkatan keterampilan motorik halus dan kreativitas anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental) model one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 15 anak kelompok B yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi perkembangan yang memuat indikator motorik halus seperti kemampuan meniru bentuk, menggunting pola, menempel rapi, memanipulasi alat, serta menghasilkan karya, dan indikator kreativitas seperti imajinasi, inisiatif, spontanitas, keberanian mencoba, rasa ingin tahu, orisinalitas, dan kemampuan menghasilkan gagasan unik. Instrumen diuji menggunakan validitas Pearson Product Moment dan reliabilitas Alpha Cronbach. Analisis data dimulai dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan adanya peningkatan signifikan sebelum dan sesudah penerapan sentra seni. Pada aspek motorik halus, diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) = 0,000 dengan effect size Cohen’s d = 0,993, Hasil penelitian menegaskan bahwa sentra seni efektif meningkatkan perkembangan motorik halus dan kreativitas anak melalui kegiatan bermain terstruktur, pengalaman langsung, dan dukungan scaffolding yang tepat. Penelitian ini sekaligus memperkuat teori konstruktivistik bahwa anak membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungan dan pengalaman nyata.
Downloads
References
Guilford, J. P. (1967). The nature of human intelligence. New York: McGraw-Hill.
Hurlock, E. B. (2015). Perkembangan anak (Edisi keenam). Jakarta: Erlangga.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2015). Pedoman pembelajaran sentra pada pendidikan anak usia dini. Jakarta: Direktorat PAUD.
Montessori, M. (2013). The Montessori method. New York: Frederick A. Stokes Company.
Mutiah, D. (2017). Psikologi bermain anak usia dini. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Piaget, J. (2014). The psychology of the child. New York: Basic Books.
Sujiono, Y. N. (2017). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: PT Indeks.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suyadi. (2016). Teori pembelajaran anak usia dini. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suyanto, S. (2018). Dasar-dasar pendidikan anak usia dini. Yogyakarta: Hikayat Publishing.
Andriani, R., & Sari, M. (2020). Meningkatkan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan finger painting. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 112–120.
Fitriani, L. (2021). Pengembangan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan seni rupa. Jurnal Pendidikan Anak, 10(1), 45–54.
Hasanah, U., & Lestari, D. (2019). Perkembangan motorik halus anak pada sentra seni di taman kanak-kanak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 67–75.
Rahmawati, N. (2020). Pembelajaran sentra seni dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Jurnal Ilmiah PAUD, 3(2), 89–98.
Wahyuni, S., & Prasetyo, A. (2022). Pengaruh pembelajaran sentra seni terhadap motorik halus anak kelompok A. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(1), 23–33.









