Peran Konseling Individu Berbasis Feminis dalam Penguatan Diri Mahasiswi dengan Peran Ganda sebagai Ibu Bekerja
Abstract
Mahasiswi yang menjalankan peran ganda sebagai ibu bekerja tidak hanya menghadapi tekanan akademik dan tuntutan pekerjaan, tetapi juga beban emosional yang muncul dari tanggung jawab yang harus dijalankan secara bersamaan. Kondisi tersebut seringkali memunculkan kelelahan fisik, konflik peran, serta perasaan tertekan dan bersalah ketika mereka belum mampu menjalankan seluruh perannya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran konseling individu berbasis feminis dalam penguatan diri mahasiswi dengan peran ganda sebagai ibu bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan penerapan konseling individu berbasis feminis sebagai bagian dari proses penggalian data, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan tiga mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan pada salah satu perguruan tinggi di Kota Tangerang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum konseling, semua partisipan mengalami kelelahan emosional, konflik peran, tekanan sosial, dan kecenderungan untuk memendam perasaan mereka. Proses konseling feminis yang dilakukan dalam dua sesi per partisipan menggunakan tiga mekanisme utama: membingkai ulang pengalaman negatif, memvalidasi perasaan partisipan, dan memperkuat identitas pribadi mereka. Setelah sesi konseling, partisipan menunjukkan peningkatan dalam tiga dimensi penguatan diri: intrapersonal (peningkatan kesadaran diri dan kepercayaan diri), interaksional (pemahaman kritis tentang peran gender dan dinamika hubungan sosial), dan perilaku (peningkatan kapasitas untuk pengambilan keputusan dan negosiasi peran yang lebih sehat). Penelitian ini menunjukkan bahwa konseling individual berbasis feminis merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung kesejahteraan psikologis dan penguatan diri mahasiswi yang menjalani peran ganda sebagai ibu bekerja.
References
Brown, L. S. (2010). Feminist Theories and Feminist Psychotherapies: Origins, Themes, and Diversity.
Corey, G. (2017). Theory and Practice Of Counseling and Psychotheraphy.
Eliyana, E., & Nafilah, N. (2025). Work-Family Conflict pada Pekerja Perempuan; Menyelami Peran Ganda antara Keluarga dan Tanggung Jawab Bekerja. Faletehan Health Journal, 12(3), 357–365.
Fatima, H., Masood, S., Ishaque, B., & Paul, I. A. (2025). Navigating Dual Roles: Challenges and Strategies of Student Mothers in Higher Education. Open Journal of Social Sciences, 13(2), 123–143.
Hermatasiyah, N. (2022). Faktor-Faktor Penyebab Siswa Yang Tidak Disiplin Di Sekolah. JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling, 3(1), 1–6. https://doi.org/10.51875/jiegc.v3i1.147
Husaibatul, F. (2024). Journal Of Islamic Education Fenomena Burnout Pada Ibu Rumah Tangga. 5(2), 75–86.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publication.
Prayitno. (2017). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling.
Putriana, H., & Nurjannah. (2023). Kritik terhadap Pendekatan Konseling Feminis Berbasis Islam dalam Konteks Komunikasi dan Dakwah. Komunida : Media Komunikasi Dan Dakwah, 13(1), 86–105. https://doi.org/10.35905/komunida.v13i1.4386
Sanyata, S. (2018). Teori dan Praktik Pendekatan Konseling Feminis. UNY Press.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Syafaruddin, Syarqawi, A., & Siahaan, D. N. A. (2019). Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling Konsep T, Dan Praktik T. In Perdana Publishing.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. (1945). November, 1–65.
Weliangan, H., Ardradhika, A. N., & Huda, N. (2024). The Influence of Psychological Empowerment and Self-Compassion on Resilience in Women with Dual Roles. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 6(2), 1–10.
Willis, S. S. (2021). Konseling Individual: Teori dan Praktik. Alfabeta.
Worell, J., & Remer, P. (2003). Feminist Perspectives in Therapy: Empowering Diverse Women.
Zimmerman, M. A. (1995). Empowerment Theory. In Chapter 2.









