HUBUNGAN JOB DEMANDS DENGAN WORKPLACE WELL-BEING PADA KARYAWAN PT “X”
Abstract
Workplace well-being merupakan aspek penting dalam mendukung keberlangsungan dan produktivitas organisasi, khususnya paa sektor perusahaan manufaktur yang memiliki tuntutan tuntuttan kerja yang tinggi. Salah satu faktor pekerjaan yang berpotensi memengaruhi workplace well-being adalah job demands, yang mencakup beban kerja, tuntutan emosional, dan tuntutan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job demands dan workplace well-being pada karyawan PT “X”. penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 143 karyawan PT X dengan minimal masa kerja 3 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala workplace well-beingberdasarkan teori Page (2005) dan skala job demands berdasarkan Bakker dan Demerouti. Analisis data pada penelitian ini menggunakan korelasi Pearson dengan bantuan Jamovi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negative yang signifikan antara job demands dengan workplace well-being. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi job demands yang dirasakan karyawan, maka semakin rendah tingkat workplace well-being. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan tuntutan kerja secara proporsional guna menjaga kesejahteraan karyawan dan mendukung kinerja organisasi secara berkelanjutan.
References
Badan Pusat Statistik. (2025). Keadaan ketenagakerjaan Indonesia Februari 2025. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. https://www.bps.go.id
Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2007). The job demands–resources model: State of the art. Journal of Managerial Psychology, 22(3), 309–328. https://doi.org/10.1108/02683940710733115
Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2014). Job demands–resources theory. In C. L. Cooper & P. Y. Chen (Eds.), Wellbeing: A complete reference guide (Vol. 3, pp. 37–64). Wiley Blackwell. https://doi.org/10.1002/9781118539415.wbwell019
Danu, A. R. (2024). Job demands dan workplace well-being pada karyawan sektor produksi. Jurnal Psikologi Kerja, 5(1), 23–34.
Page, K. M. (2005). Subjective wellbeing in the workplace (Doctoral dissertation). Deakin University.
Putri, A. S., Wibowo, Y., & Handayani, R. (2022). Pengaruh job demands terhadap workplace well-being pada karyawan perusahaan jasa. Jurnal Psikologi Sosial dan Industri, 4(2), 89–99.
Rafifah, A. (2022). Workplace well-being ditinjau dari aspek emosional dan nilai kerja. Jurnal Psikologi Terapan, 4(1), 15–26.
Sari, R., & Pratama, A. (2023). Job demands dan workplace well-being pada karyawan sektor manufaktur. Jurnal Psikologi Industri Indonesia, 5(2), 77–88.
Sihaloho, R. D., & Siregar, H. (2020). Manajemen sumber daya manusia dan kinerja organisasi. Jurnal Administrasi Bisnis, 8(1), 15–26.
Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suharnomo, Kurniawan, D., & Fadhila, N. (2023). Beban kerja, sistem upah, dan kesejahteraan psikologis karyawan produksi. Jurnal Psikologi Organisasi, 7(1), 33–44.









