PERSAMAAN LATAR BELAKANG HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN EMHA AINUN NADJIB: Kajian Sosiobiografis, Kultural, Religius–Humanistik, Stilistika, dan Naratif
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis persamaan latar belakang Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik) dan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melalui pendekatan sosiobiografis, kultural, religius-humanistik, stilistika, dan naratif. Keduanya merupakan figur sastra kontemporer Indonesia yang lahir dari lingkungan religius Jawa, berakar pada tradisi pesantren, serta mengalami proses pembentukan intelektual melalui pergaulan lintas budaya yang luas. Meskipun berbeda medium ekspresi Habiburrahman melalui novel bernuansa dakwah dan Emha Ainun Nadjib melalui puisi serta esai kritis keduanya memperlihatkan kesinambungan visi spiritual, kepedulian sosial, dan etika humanistik yang kuat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan analisis wacana sastra dan pendekatan stilistika-naratif. Data penelitian meliputi karya utama kedua penulis, studi dokumentasi, serta penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesamaan latar biografis dan kultural melahirkan orientasi estetik dan naratif yang serupa, seperti penggunaan simbol religius, eksplorasi cinta transenden, kritik sosial berbasis moralitas keagamaan, serta penokohan yang menekankan perjalanan spiritual. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa konstruksi identitas religius dan budaya Jawa menjadi fondasi yang menyatukan kedua tokoh dalam kerangka sastra Islam modern di Indonesia
References
El Shirazy, H. (2007). Ketika Cinta Bertasbih. Jakarta: Republika.
Nadjib, E. A. (1999). Gelandangan di Kampung Sendiri. Yogyakarta: Bentang.
Dhofier, Zamakhsyari. (1982).Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.
Bruinessen, Martin van. (1995/2012/2018 cetak ulang). Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia. Bandung: Mizan.
Damami, Muhammad. (2016). Estetika Pesantren.Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Madjid, Nurcholish. (1997). Bilik-Bilik Pesantren.Jakarta: Paramadina
Simuh. (1995) Sufisme Jawa: Transformasi Tasawuf Islam ke Mistis Jawa. Yogyakarta: Penerbit Yayasan Bentang Budaya.
Fachry, A. (2018). Estetika sufistik dalam karya sastra Indonesia modern. Jurnal Adabiyyat, 22(2), 133–150. https://doi.org/10.14421/ajbs.2018.22205.
Teeuw, A. (1984). Sastra dan ilmu sastra. Pustaka Jaya.
Wellek & Warren, 1956. Theory of Literature (Terj. Melani Budianta:Teori Kesusasteraan) Jakarta: Gramedia.
Creswell, John F. 2014. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Approaches. 4th Edision. Los Angeles, Nebraska: SAGE Publishing.
Wellek & Warren, 1956. Theory of Literature (Terj. Melani Budianta:Teori Kesusasteraan) Jakarta: Gramedia.
El Shirazy, H. (2004). Ayat-ayat Cinta. Jakarta: Republika.
El Shirazy, H. (2007). Ketika Cinta Bertasbih. Jakarta: Republika.
El Shirazy, H. (2010. Bumi Cinta .Jakarta: Republika.
Nadjib, E.A(1994). Sesobek Buku Harian Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Yayasan Bentang Budaya
Nadjib, E.A (2009). Gelandangan di Kampung Sendiri. Yogyakarta: Penerbit Yayasan Bentang Budaya.
Leech, Geoffrey N. & Mick Short, 2007. Style in Fiction: a Linguistic Introduction to English Fiction Prose (terj. Pengantar Linguistik untuk Prosa Fiksi Inggris). London: Pearson Longman.
Dhofier, Zamakhsari.(1982). Tradisi Pesantren Studi tentang Pandangan Hidup Kiyai. Jakarta: LP3ES
Simuh. (1995) Sufisme Jawa: Transformasi Tasawuf Islam ke Mistis Jawa. Yogyakarta: Penerbit Yayasan Bentang Budaya.
Madjid, Nurcholis. 1992. Islam, Doktrin dan Perabadan: sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, dan Kemodernan. Jakarta: Paramadina.
Wellek & Warren, 1956. Theory of Literature (Terj. Melani Budianta:Teori Kesusasteraan) Jakarta: Gramedia.
Teeuw, A. (1984). Sastra dan ilmu sastra. Pustaka Jaya.
Leech, Geoffrey N. & Mick Short, 2007. Style in Fiction: a Linguistic Introduction to English Fiction Prose (terj. Pengantar Linguistik untuk Prosa Fiksi Inggris). London: Pearson Longman.
Arifin, M. (2019). Representasi nilai-nilai Islam dalam novel Indonesia kontemporer. Jurnal Bahasa dan Sastra, 14(2), 134–148. https://doi.org/10.1234/jbs.v14i2.1123
Chatman, Seymor.1978. Story and Discourse: Narrative Structure in Fiction and Film. Ithaca and London: Cornell University Press.
Herman, Luc. & Bart Vervaeck .2019. Hanbook of Narrative Analysis. Nebraska: University of Nebraska Press.
Data Analysis: a Methods Sourcebook. 3Th Edision. SAGE Publishing
Rokhmansyah, A. (2016). Islam dan budaya populer: Studi atas pembaca novel-novel Habiburrahman El Shirazy. Jurnal Komunikasi dan Sosial Keagamaan, 3(1), 45–
Dewi, R. S. (2015). Humanisme religius dalam esai-esai Emha Ainun Nadjib. Litera, 14(1), 89–101. https://doi.org/10.21831/ltr.v14i1.7894
Azhar, T. (2017). Sastra dakwah dan budaya populer: Analisis novel-novel Habiburrahman El Shirazy. Jurnal Ilmu Budaya, 5(3), 201–213.
Zamroni, M. (2014). Dakwah kultural dan kritik sosial dalam sastra Indonesia. Jurnal Al-Balagh, 3(2), 175–192.
Ikhsan, M. (2020). Stilistika dan ideologi religius pada novel populer Indonesia. Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 40(1), 55–68. https://doi.org/10.21009/bahastra.401.05








