KORELASI STRES AKADEMIK DAN SUICIDAL IDEATION PADA MAHASISWA
Abstract
Ide bunuh diri (suicidal ideation) merupakan salah satu alasan terbesar seseorang bisa melakukan bunuh diri. Hal ini dialami juga oleh kaum akademisi yaitu salah satunya mahasiswa. Sebagai mahasiswa tentu saja mendapatkan banyak tuntutan dalam menjalankan kewajiban akademiknya. Lalu tak jarang juga dapat menimbulkan stres pada diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara stres akademik dan suicidal ideation. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif, menggunakan jenis penelitian korelasional. Adapun populasi dalam pelaksanaan penelitian ini adalah Mahasiswa Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam angkatan 2020, yang terdiri dari 141 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sistem Purpuse Sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan yaitu Mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam angkatan 2020. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan Uji Korelasi Product Moment Pearson. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara stres akademik dan suicidal ideation pada mahasiswa. Uji Korelasi Product Moment Pearson memberikan hasil yaitu sebesar 0,735. Nilai rhitung dari rtabel menjadi dasar pengambilan keputusan pengujian ini. Jika rhitung>rtabel, maka terdapat hubungan positif antara stres akademik dengan suicidal ideation. Apabila rhitung < rtabel, maka tidak ada hubungan pasti antara variabel stres akademik dan suicidal ideation. Kemudian nilai signya bisa dibandingkan untuk melihatnya juga. Hubungan positif terbentuk jika nilai sig kurang dari 0,05. Nilai rhitung tersebut lebih besar dari nilai rtabel product moment yaitu sebesar 0,256 sesuai data rtabel. Nilai signifikansinya yaitu sebesar 0,000 menunjukkan kurang dari 0,05. Karena Ha dapat diterima dan H0 tidak, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara suicidal ideation dengan stres akademik. Hasil koefisien korelasi yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai R dapat digunakan untuk menentukan derajat hubungan.