REGULATORY ENHANCEMENT DAN AGRI-CREATIVE INNOVATION SEBAGAI PENGGERAK PEMBANGUNAN EKONOMI BERKELANJUTAN DI INDONESIA

  • Lovika Augusta Purwaningtyas Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Andina Mayangsari Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Abstract

Pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia menuntut adanya penyelarasan antara efektivitas regulasi dan inovasi agrikreatif sebagai dua pilar strategis dalam memperkuat daya saing nasional. Permasalahan utama yang diidentifikasi mencakup belum optimalnya kualitas regulasi yang mendukung ekosistem ekonomi kreatif berbasis agribisnis, serta terbatasnya inovasi agrikreatif yang mampu memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pelaku usaha dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan penguatan regulasi untuk mendorong penciptaan iklim usaha yang kondusif, serta mengkaji kontribusi inovasi agrikreatif sebagai instrumen percepatan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah kajian normatif dan konseptual melalui analisis peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan, dan literatur akademik yang relevan untuk memetakan hubungan antara regulatory enhancement dan pengembangan inovasi agrikreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas regulasi yang adaptif, selaras, dan berbasis evidence-based policy menjadi prasyarat bagi terciptanya ekosistem agrikreatif yang produktif. Inovasi agrikreatif terbukti mampu meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat ketahanan ekonomi lokal, serta mendorong praktik produksi berkelanjutan. Integrasi kedua aspek tersebut direkomendasikan sebagai strategi nasional untuk mempercepat tercapainya pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Published
2026-01-26
How to Cite
PURWANINGTYAS, Lovika Augusta; MAYANGSARI, Andina. REGULATORY ENHANCEMENT DAN AGRI-CREATIVE INNOVATION SEBAGAI PENGGERAK PEMBANGUNAN EKONOMI BERKELANJUTAN DI INDONESIA. PROSIDING SEMINAR NASIONAL UNARS, [S.l.], v. 4, n. 1, p. 409-416, jan. 2026. Available at: <https://unars.ac.id/ojs/index.php/prosidingSDGs/article/view/7889>. Date accessed: 28 jan. 2026.