EDUKASI BAHAN PANGAN LOKAL BERGIZI DALAM UPAYA MENGURANGI RESIKO STUNTING DI DESA KALIBAGOR SITUBONDO

  • Risky Adelia Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Siti Aulanda Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Alfi Wahyuni Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Fenas Rizky Fanantha Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Anita Diah Pahlewi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Rina Arifatul Makkiyah Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Uwais Algorofi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi isu yang cukup serius di berbagai daerah, seperti halnya di Desa Kalibagor. Saat ini kesadaran orang tua terhadap isu stunting semakin tinggi dibuktikan dengan antusiasme orang tua yang memiliki anak balita untuk rutin membawa anak mereka ke posyandu. Meskipun kasus stunting yang terjadi di Desa Kalibagor tergolong rendah, upaya preventif berkelanjutan melalui penguatan pola makan bergizi tetap krusial. Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memberikan gizi seimbang pada kehidupan anak, agar tumbuh kembangnya optimal dan terhindar dari stunting secara berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi makanan bergizi dan pelatihan pengolahan bahan pangan lokal. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, serta tumbuhnya kesadaran untuk menerapkan pola makan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan dan potensi pangan lokal.

Published
2026-01-19
How to Cite
ADELIA, Risky et al. EDUKASI BAHAN PANGAN LOKAL BERGIZI DALAM UPAYA MENGURANGI RESIKO STUNTING DI DESA KALIBAGOR SITUBONDO. PROSIDING SEMINAR NASIONAL UNARS, [S.l.], v. 4, n. 1, p. 58-65, jan. 2026. Available at: <https://unars.ac.id/ojs/index.php/prosidingSDGs/article/view/7815>. Date accessed: 29 jan. 2026.