STUDI KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN CRUSTACEA DI KAWASAN VEGETASI MANGROVE KAMPUNG BLEKOK SITUBONDO
Abstract
Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, khususnya sebagai habitat berbagai jenis Crustacea yang berkontribusi dalam daur ulang nutrisi dan keberlanjutan ekosistem. Kampung Blekok, Kabupaten Situbondo, merupakan kawasan ekowisata dan konservasi mangrove yang berpotensi mengalami tekanan ekologis akibat aktivitas wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan kelimpahan jenis Crustacea serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi distribusinya di kawasan vegetasi mangrove Kampung Blekok Situbondo. Penelitian ini dilakukan pada tiga stasiun pengamatan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data dilakukan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) dan perhitungan kelimpahan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Crustacea terdiri atas satu ordo dan tiga famili yang diwakili oleh empat spesies, yaitu Episesarma versicolor, Uca annulipes, Uca demani, dan Austruca triangularis. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada stasiun I dan III masing-masing sebesar 1,294 dan 1,316 yang tergolong kategori sedang, sedangkan stasiun II menunjukkan nilai H’ sebesar 0,649 yang tergolong kategori rendah. Kelimpahan tertinggi ditemukan pada spesies Episesarma versicolor sebesar 42%, diikuti Uca demani sebesar 22%, Uca annulipes sebesar 20%, dan kelimpahan terendah pada Austruca triangularis sebesar 15%. Variasi keanekaragaman dan kelimpahan Crustacea dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan aktivitas manusia di kawasan ekowisata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove Kampung Blekok secara berkelanjutan