STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PEMBESARAN KEPITING BAKAU (Scylla Serrata) DI KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO (STUDI KASUS USAHA BUDIDAYA PEMBESARAN KEPITING BAKAU DI DESA PELEYAN)
Abstract
Kepiting bakau memiliki populasi yang cukup banyak dalam kawasan hutan mangrove. Hal tersebut terjadi karena setiap induk betina mampu bereproduksi hingga mengahasilkan 3 – 3,5 juta butir telur dalam sekali pemijahan. Perkawinan kepiting bakau hanya terjadi pada kepiting betina dan jantan yang sudah matang kelamin. Ketersediaan yang melimpah menjadi pemasukan bagi nelayan kepiting bakau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pemasaran usaha budidaya Kepiting bakau dan menganalisa strategi pengembangan dan peningkatan daya saing pada usaha ternak budidaya kepiitng bakau milik Bapak Sugiyono. Lokasi penelitian terletak di usaha milik Bapak Sugiyono tepatnya di Kecamatan Panarukan. Data yang dikumpulkan dianalisa secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan marketing mix dan analisa SWOT. Strategi Pengembangan kepiting bakau dengan menggunakan seluruh kekuatan dan peluang yang ada yaitu pemilik mempertahankan kualitas bibit kepiting, potensi SDM, jaringan pasar yang luas dan modal yang digunakan.