ANALISIS USAHATANI TUMPANGSARI CABAI RAWIT TEMBAKAU DAN MONOKULTUR CABAI/TEMBAKAU DI DESA DAWUAN KECAMATAN SUBOH KABUPATEN SITUBONDO
Abstract
Tumpangsari merupakan salah satu strategi budidaya tanaman guna mengoptimalkan
pemanfaatan lahan, dan meningkatkan pendapatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pendapatan usahatani tumpangsari cabai - tembakau dan monokultur
cabai/tembakau, serta untuk mengetahui tingkat efisiensi usahatani tumpangsari cabai -
tembakau dan monokultur cabai /tembakau di Desa Dawuan Kecamatan Suboh. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa usahatani tumpangsari cabai dan tembakau lebih menguntungkan
dibandingkan usahatani monokultur cabai/tembakau. Pendapatan selama satu musim
perhektar usahatani tumpangsari sebesar Rp. 88.478.718,- sedangkan pendapatan usahatani
monokultur tembakau sebesar Rp. 43.582.670,- dan pendapatan usahatani monokultur cabai
sebesar Rp. 81.852.578. R/C Ratio usahatani tumpangsari tembakau dan cabai sebesar 3,50 dan
R/C rasio monokultur cabai/tembakau masing-masing 3,28 dan 2,59. Dengan demikian
usahatani tumpangsari cabai /tembakau lebih efisien.