MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA PONDOK TAHFIDZ LAYAR DAKWAH MELALUI KETERAMPILAN MERAJUT SEBAGAI ALAT PENGUATAN MENTAL DAN EMOSI
Abstract
Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang berjudul "Meningkatkan Motivasi Siswa Pondok Tahfidz Layar Dakwah melalui Keterampilan Merajut sebagai Alat Penguatan Mental dan Emosi" bertujuan untuk meningkatkan motivasi, keterampilan, kesejahteraan mental, dan emosional siswa di Pondok Tahfidz Layar Dakwah. Program ini berfokus pada pengajaran keterampilan merajut. Keterampilan merajut memiliki potensi untuk menjadi alat terapi yang efektif dalam mengelola stres, meningkatkan konsentrasi, dan memperkuat rasa pencapaian diri. Keterampilan merajut juga diharapkan dapat menjadi sarana kreatif bagi para siswa dalam mengekspresikan diri, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi mereka dalam belajar dan menghafal Al-Quran. Pelaksanaan program melibatkan sesi pelatihan intensif yang dibagi dalam beberapa tahap: pengenalan dasar-dasar merajut, praktek merajut, serta aplikasi keterampilan merajut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, program ini juga mengintegrasikan diskusi, refleksi terkait pentingnya keseimbangan mental, dan emosional dalam menjalani kehidupan di pondok tahfidz. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam motivasi siswa, yang terlihat dari peningkatan konsentrasi dan semangat mereka dalam menghafal Al-Quran. Selain itu, siswa juga menunjukkan perkembangan dalam keterampilan merajut yang telah mereka pelajari. Program ini berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional siswa, serta memberikan mereka alat baru untuk mengelola stres dan emosi.Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada siswa dalam bentuk keterampilan praktis, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pribadi yang lebih holistik. Rekomendasi ke depan adalah untuk melanjutkan program ini dengan penambahan variasi keterampilan lain yang relevan serta pengukuran dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan mental dan emosional siswa.
References
Lamont, A., & Ranaweera, N. A. (2020). Knit One, Play One: Comparing the Effects of Amateur Knitting and Amateur Music Participation on Happiness and Wellbeing. Applied Research in Quality of Life, 15(5), 1353–1374. https://doi.org/10.1007/s11482-019-09734-z
MacDonald, J., & Peach, A. (2020). ‘Made with love, filled with hope’. Knitted Knockers and the materiality of care: Their impact on the women who make and receive them. Journal of Arts & Communities, 10(1), 83–93. https://doi.org/10.1386/jaac_00007_1
Riley, J., Corkhill, B., & Morris, C. (2013). The Benefits of Knitting for Personal and Social Wellbeing in Adulthood: Findings from an International Survey. British Journal of Occupational Therapy, 76(2), 50–57. https://doi.org/10.4276/030802213X13603244419077
Thanker, Julie. 2006. BalancedBrand: Strategi memenangkan pasar dengan menyeimbangkan kekuatan brand dan reputasi Perusahaan. Tangerang: Transmedia Pustaka.
Wahid, Wiwi Alawiyah. 2015. Panduan Menghafal Al-Quran Super Kilat Step By Step Dan Berdasarkan Pengalaman. Yogyakarta: Diva Press.
Wong, M. Y. C. (2023). Considering Self-Care in High School Home Economics Education with the Aid of Scoping Reviews of Mindfulness and Cooking and of Mindfulness and Knitting. Youth, 3(4), 1317–1329. https://doi.org/10.3390/youth3040083




