Peningkatan Literasi Kesehatan pada Masyarakat melalui Edukasi Berbasis Komunitas di Desa Sagoe Bireuen
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan literasi kesehatan lingkungan pada masyarakat Desa Sagoe, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, melalui edukasi berbasis komunitas. Di Indonesia, penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi masalah utama, terutama di wilayah dengan sanitasi buruk dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap higiene dasar. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan tiga tahap: persiapan survei lapangan dan materi, pelaksanaan sosialisasi pada 16 Oktober 2025 melalui ceramah interaktif, demonstrasi pengelolaan limbah, dan diskusi kelompok, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat, dari rata-rata skor 40% pada pre-test menjadi 75% pada post-test, dengan peningkatan 35% pada indikator sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah mandiri. Temuan ini menegaskan efektivitas metode berbasis komunitas dalam memutus rantai penularan penyakit melalui peningkatan pemahaman dan perilaku mandiri. Selain itu, hasil kegiatan menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-6, dan integrasi program ke dalam kegiatan kerja desa direkomendasikan untuk menjamin keberlanjutannya.
Downloads
References
- Ariyanti, S., & Pratama, M. R. (2024). Analisis Determinan Literasi Kesehatan Masyarakat Perdesaan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(1), 15-23.
- Azizah, N., & Rahmawati, A. (2023). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Kulit dan Diare pada Masyarakat Pesisir. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 6(2), 45-52.
- Bireuen Health Office. (2024). Profil Kesehatan Kabupaten Bireuen Tahun 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2024). Laporan Nasional Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Jakarta: Kemenkes RI.
- Putri, R. E., Hidayat, T., & Saputra, A. (2022). Community-Based Education as a Tool for Health Literacy Improvement in Rural Areas. International Journal of Community Service, 4(1), 112-120.
- Suryani, L., & Wijaya, H. (2025). Efektivitas Edukasi Partisipatif dalam Meningkatkan Pengetahuan Literasi Lingkungan di Tingkat Desa. Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 9(1), 88-97.
- UNICEF. (2021). The State of the World’s Children 2021: Water, Sanitation, and Hygiene. New York: UNICEF.
- World Health Organization (WHO). (2022). Compendium of WHO Guidance on Health and Environment. Geneva: World Health Organization.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:
Seluruh karya yang dipublikasikan pada jurnal MIMBAR INTEGRITAS dilindungi oleh hak cipta dan didistribusikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Lisensi ini memberikan kebebasan kepada pengguna untuk menyalin, membagikan, menampilkan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya dalam bentuk apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan ketentuan:
- Pengguna wajib mencantumkan kredit yang sesuai kepada penulis dan sumber asli publikasi.
- Pengguna harus menyertakan tautan atau informasi mengenai lisensi CC BY-SA 4.0.
- Apabila karya diubah, diadaptasi, atau dikembangkan, maka hasil karya turunan wajib didistribusikan menggunakan lisensi yang sama.
- Penggunaan karya tidak boleh menghilangkan hak moral penulis sebagai pemilik karya asli.
Dengan lisensi ini, publikasi dapat diakses dan dimanfaatkan secara luas untuk kepentingan akademik, penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan dengan tetap menghormati hak cipta penulis.










