Edukasi Pemanfaatan Tanaman untuk Meningkatkan Kesehatan Mental melalui Pendekatan Terapi Alam di SMKN 1 Kendit, Situbondo
Abstract
Kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan individu, terutama pada remaja yang rentan mengalami tekanan akademik dan sosial. Rendahnya tingkat literasi kesehatan mental serta tingginya stigma terhadap gangguan mental masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa. Salah satu pendekatan alternatif yang dapat diterapkan adalah terapi berbasis alam melalui pemanfaatan tanaman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam memanfaatkan tanaman sebagai media terapi alami guna mendukung kesehatan mental. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang mencakup penyuluhan, demonstrasi, dan diskusi kelompok, dengan pelaksanaan di SMKN 1 Kendit, Situbondo yang melibatkan siswa sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai kesehatan mental serta manfaat tanaman sebagai media relaksasi, disertai tingkat partisipasi dan antusiasme siswa yang tergolong tinggi selama kegiatan berlangsung. Pemanfaatan tanaman, khususnya tanaman aromatik dan tanaman hias, dinilai mudah diterapkan, ekonomis, serta efektif sebagai alternatif terapi non farmakologis. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap kesadaran lingkungan siswa dalam menciptakan suasana sekolah yang lebih hijau dan kondusif, sehingga edukasi pemanfaatan tanaman sebagai terapi alam berpotensi dikembangkan sebagai strategi berkelanjutan dalam mendukung kesehatan mental di lingkungan pendidikan.
Downloads
References
- Chawla, L. (2015). Benefits of nature contact for children. Journal of planning literature, 30(4), 433-452.
- Damayanti, D. D., Putriana, D., Dewi, C. M., & Putri, A. S. (2021). Pemanfaatan Aromatherapy Sebagai Alternatif Untuk Menurunkan Tingkat Stress Menghadapi Ujian pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Altruis: Journal of Community Services, 2(3).
- Febrita, S. S., & Desmita. (2024). Alam dan kesehatan mental. Batanang: Jurnal Psikologi, 03(01), 73-87.
- Gullone, E. (2000). The biophilia hypothesis and life in the 21st century: increasing mental health orincreasing pathology?. Journal of happiness studies, 1(3), 293-322.
- Kolb, D. A. (2014). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. FT press.
- Kuo, M. (2015). How might contact with nature promote human health? Promising mechanisms and a possible central pathway. Frontiers in psychology, 6, 1093.
- Pertiwi, E. R., & Juwita, R. (2023). Keefektifitasan aromaterapi lavender dalam menurunkan stres pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 9(1), 285-291.
- Rahman, H. A. (2019). Alam Sekitar Sebagai Terapi Alternatif Kesihatan Mental: Environment as an Alternative Therapy for Mental Health. Jurnal Psikologi dan Kesihatan Sosial, 3(1), 39-46.
- Taylor, E. M., Robertson, N., Lightfoot, C. J., Smith, A. C., & Jones, C. R. (2022). Nature-based interventions for psychological wellbeing in long-term conditions: a systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(6), 3214.
- Wang, R., Helbich, M., Yao, Y., Zhang, J., Liu, P., Yuan, Y., & Liu, Y. (2019). Urban greenery and mental wellbeing in adults: Cross-sectional mediation analyses on multiple pathways across different greenery measures. Environmental research, 176, 108535.
- Welly, W., & Supatra, S. (2019). Penghijauan Sebagai Terapi Penyembuhan Untuk Orang Dengan Gangguan Mental. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 1(2), 1211-1220.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta:
Seluruh karya yang dipublikasikan pada jurnal MIMBAR INTEGRITAS dilindungi oleh hak cipta dan didistribusikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Lisensi ini memberikan kebebasan kepada pengguna untuk menyalin, membagikan, menampilkan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya dalam bentuk apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan ketentuan:
- Pengguna wajib mencantumkan kredit yang sesuai kepada penulis dan sumber asli publikasi.
- Pengguna harus menyertakan tautan atau informasi mengenai lisensi CC BY-SA 4.0.
- Apabila karya diubah, diadaptasi, atau dikembangkan, maka hasil karya turunan wajib didistribusikan menggunakan lisensi yang sama.
- Penggunaan karya tidak boleh menghilangkan hak moral penulis sebagai pemilik karya asli.
Dengan lisensi ini, publikasi dapat diakses dan dimanfaatkan secara luas untuk kepentingan akademik, penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan dengan tetap menghormati hak cipta penulis.










