Distribusi Dan Karakteristik Kualitas Perairan Untuk Ekosistem Mangrove Di Kelurahan Oesapa, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Abstract
Ekosistem mangrove adalah jenis ekosistem pesisir yang memiliki fungsi ekologis penting bagi wilayah pesisir. Aktivitas manusia di wilayah pesisir, seperti membuang sampah, aktivitas wisata, pembuangan limbah pabrik, dan pergerakan kapal di sekitar mangrove, dapat memengaruhi kualitas perairan dan mengancam keberlangsungan ekosistem perairan, termasuk ekosistem mangrove di Kelurahan Oesapa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik dan menentukan distribusi kualitas perairan untuk ekosistem mangrove di Kelurahan Oesapa, Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data kualitas perairan diperoleh melalui pengukuran suhu, kekeruhan, dan TSS pada 10 titik sampel. Analisis data secara kuantitatif dari hasil uji laboratorium dibandingkan dengan kualitas baku mutu untuk biota laut, sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004. Teknik matching kemudian dijelaskan secara deskriptif menggunakan interpolasi spasial untuk mengetahui distribusi kualitas perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu perairan berkisar antara 29,7-29,8 °C, kekeruhan berkisar antara 0,09-129 NTU, dan TSS berkisar antara 0,025-4,810. Suhu dan TSS masih memenuhi standar kualitas yang ditentukan, sehingga tidak membahayakan makhluk hidup dan ekosistem mangrove, sedangkan kekeruhan di beberapa titik melebihi baku mutu yang dapat mengancam keberlangsungan hidup biota perairan dan mangrove. Tingginya kekeruhan disebabkan oleh aktivitas manusia, wisata, pergerakan kapal, dan pengadukan sedimen yang menyebabkan terjadinya kekeruhan.









