Analisis Dampak Lingkungan Pembangunan Tambak Menggunakan Metode Matriks Leopold (Studi Kasus: Salah Satu Tambak di Situbondo)
Abstract
Pembangunan tambak di wilayah pesisir berpotensi menimbulkan dampak terhadap komponen lingkungan fisik, biotik, dan sosial ekonomi sehingga memerlukan kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai instrumen penting dalam pengambilan keputusan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi besaran dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan dan operasional tambak menggunakan metode Matriks Leopold. Lokasi penelitian berada di kawasan pesisir Kabupaten Situbondo dengan koordinat (-7.700317, 113.918513). Data dikumpulkan melalui observasi langsung pada tiga titik pengamatan yang mewakili area sekitar tambak dan perairan pesisir. Parameter yang diamati meliputi kualitas air (pH, suhu, salinitas, warna, bau, dan kekeruhan), kondisi tanah dan sedimen, keberadaan dan keanekaragaman biota pesisir, serta aktivitas sosial ekonomi masyarakat sekitar. Setiap aktivitas kegiatan dianalisis keterkaitannya dengan komponen lingkungan melalui Matriks Leopold dan diberi skor dampak positif atau negatif berdasarkan intensitas, skala, dan durasi dampak. Hasil analisis menunjukkan bahwa dampak negatif utama meliputi peningkatan sedimentasi dengan nilai dampak (−4), penurunan estetika kawasan (−3), peningkatan kekeruhan air (−3), serta kebisingan akibat aktivitas operasional tambak (−2). Sementara itu, dampak positif terbesar terdapat pada aspek sosial ekonomi berupa peningkatan peluang kerja bagi masyarakat lokal dengan nilai dampak (+5). Secara keseluruhan, hasil Matriks Leopold menunjukkan bahwa kegiatan tambak menimbulkan dampak lingkungan tingkat sedang sehingga memerlukan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara berkelanjutan.









