Perbandingan Ekosistem Sungai, Estuari, dan Laut Melalui Pengamatan Lapang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan karakteristik kualitas air pada ekosistem sungai, estuari, dan laut serta mengkaji keterkaitannya dengan keberadaan organisme akuatik. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana variasi parameter fisik dan kimia memengaruhi kondisi ekosistem dan distribusi organisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui pengukuran langsung di lapangan pada tiga lokasi yang mewakili ekosistem sungai, estuari, dan laut menggunakan alat 5-in-1 Water Quality Tester. Parameter yang diukur meliputi suhu, pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan salinitas, serta dilengkapi dengan observasi organisme dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik kualitas air antar ekosistem. Nilai TDS dan salinitas menunjukkan peningkatan dari ekosistem sungai menuju estuari dan laut, sedangkan pH dan suhu menunjukkan variasi yang relatif kecil. Perbedaan tersebut mencerminkan adanya gradien kualitas air dari perairan tawar ke perairan laut yang memengaruhi jenis organisme yang ditemukan. Organisme air tawar mendominasi sungai, organisme dengan kemampuan adaptasi tinggi ditemukan di estuari, dan organisme yang toleran terhadap salinitas tinggi ditemukan di laut. Kesimpulannya, kualitas air berperan penting dalam menentukan karakteristik ekosistem dan distribusi organisme akuatik. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan dan pemantauan kualitas perairan serta mendukung upaya konservasi ekosistem perairan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kajian komparatif lintas ekosistem masih relevan untuk menutup celah informasi mengenai perubahan gradien lingkungan dari perairan tawar menuju perairan laut.









