Klasifikasi Dan Dokumentasi Bangunan Pelindung Pantai Di Sepanjang Pesisir Situbondo

CLASSIFICATION AND DOCUMENTATION OF COASTAL PROTECTION STRUCTURES ALONG THE SITUBONDO COAST

  • Gilang Saputra Program Studi Teknik Kelautan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Nurul Amalia Silviyanti Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Yona Eka Pratiwi Program Studi Teknik Kelautan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Wulan Afny Choyriya Program Studi Teknik Kelautan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Alfiyah Emeliya Program Studi Teknik Kelautan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Sigit Ardiansyah Program Studi Teknik Kelautan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Abstract

Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 km dari barat hingga timur dimana terdapat 35 desa yang berada di daerah pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir menjadi kawasan penting bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pemukiman. Akan tetapi daerah ini juga dipengaruhi aktifitas hidro-oseanografi yang terjadi disepanjang pantai seperti arus, gelombang dan pasang surut. Untuk mencegah ancaman tersebut, beberapa jenis bangunan pelindung pantai telah dibangun di sepanjang pesisir yang ada Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mengklasifikasikan bangunan pelindung pantai yang berada di sepanjang kabupaten Situbondo dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Dari 14 titik yang telah diamati, terdapat 6 bangunan pelindung pantai dengan jenis groin, 5 seawall/tanggul laut, 3 revetment, 2 breakwater dan 1 jetty. Bangunan pelindung pantai berupa seawall biasanya digunakan pada daerah yang berbatasan langsung dengan jalan raya maupun bangunan tambak diikuti oleh groin sebagai bangunan pelindung pantai lapis kedua, breakwatwr yang melindungi daerah Pelabuhan Kalbut dan jetty yang berada pada daerah hilir sungai Seletereng Kapongan.


 


Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 km dari barat hingga timur dimana terdapat 35 desa yang berada di daerah pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir menjadi kawasan penting bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pemukiman. Akan tetapi daerah ini juga dipengaruhi aktifitas hidro-oseanografi yang terjadi disepanjang pantai seperti arus, gelombang dan pasang surut. Untuk mencegah ancaman tersebut, beberapa jenis bangunan pelindung pantai telah dibangun di sepanjang pesisir yang ada Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mengklasifikasikan bangunan pelindung pantai yang berada di sepanjang kabupaten Situbondo dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Dari 14 titik yang telah diamati, terdapat 6 bangunan pelindung pantai dengan jenis groin, 5 seawall/tanggul laut, 3 revetment, 2 breakwater dan 1 jetty. Bangunan pelindung pantai berupa seawall biasanya digunakan pada daerah yang berbatasan langsung dengan jalan raya maupun bangunan tambak diikuti oleh groin sebagai bangunan pelindung pantai lapis kedua, breakwatwr yang melindungi daerah Pelabuhan Kalbut dan jetty yang berada pada daerah hilir sungai Seletereng Kapongan.


 

Published
2025-12-23
How to Cite
SAPUTRA, Gilang et al. Klasifikasi Dan Dokumentasi Bangunan Pelindung Pantai Di Sepanjang Pesisir Situbondo. Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut, [S.l.], v. 3, n. 02, p. 83-90, dec. 2025. ISSN 3021-7725. Available at: <https://unars.ac.id/ojs/index.php/mapel/article/view/7054>. Date accessed: 18 feb. 2026. doi: https://doi.org/10.36841/mapel.v3i02.7054.