OPTIMASI SISTEM JARAK TANAM PELINDUNG TETAP DAN TANAM PELINDUNG SEBAGAI INCOME PASIV BAGI PETANI KOPI ARABIKA DALAM MENDUKUNG PERTANIAN GENERATIVE

OPTIMASI SISTEM JARAK TANAM PELINDUNG TETAP DAN TANAM PELINDUNG SEBAGAI INCOME PASIV BAGI PETANI KOPI ARABIKA DALAM MENDUKUNG PERTANIAN GENERATIVE

  • Hikmah Hikmah Universitas Gajah Putih
  • Ona Maulana Universitas Gajah Putih
  • Faidha Rahmi Universitas Gajah Putih
  • Adnan Adnan Universitas Gajah Putih
  • Hasiun Budi Universitas Gajah Putih
  • Alwin Yusrida Universitas Gajah Putih

Abstract

Tanaman pelindung bagikopi memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah melindungi tanaman dari paparan langsung sinar matahari yang berlebihan. Selain itu tanaman pelindung juga dapat menjaga kelembapan tanah dan udara di sekitar tanaman, serta mengurangi resiko kerusakan akibat angin kencang. Hal ini membuat tanaman kopi menjadi lebih tahan kondisi cuaca ekstrim dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara positif, fungsi utama naungan dalam pertumbuhan tanaman kopi adalah sebagai pengatur suhu dan cahaya yang diterima tanaman. Dengan adanya tanaman pelindung tanaman kopi dapat tumbuh dengan lebih seimbang dan terhindar dari stres panas yang dapat menghambat pertumbuhan, selain itu tanaman pelindung juga berperan dalam memperlambat proses penguapan sehingga tanman kopi dapat memanfaatkan air dengan lebih efisien dan mengurangi resiko kekeringan. Tanaman pelindung tetap yang saat ini digunakan oleh kebayakan petani adalah tanaman pelindung jenis lamtoro, tanpa diketahui banyak oleh petani bahwa ada tanaman pelindung lain yang dapat digunakan sebagai tanaman pelindung yaitu tanaman Alpukat, Kayu Manis, , Jeruk Keprok, selain digunakan sebagai tanaman pelindung juga tanpa disadari tanaman pelindung ini sebagai income pasiv bagi petani yaitu sebagai tambahan pendapatan sehingga menambah penghasilan bagi petani

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik kopi Indonesia 2023. BPS RI.
Damaiyanti, A., Putri, L. D., & Permana, A. (2022). Pengaruh intensitas pemangkasan kanopi terhadap kesehatan tanaman kopi. Jurnal Perlindungan Tanaman, 30(1), 55–62.
Dirjen Dikti. (2020). Panduan indikator kinerja utama perguruan tinggi dan LLDIKTI. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Hairiah, K., Widianto, Lusiana, B., & Suprayogo, D. (2019). Panduan praktis agroforestri kopi: Integrasi antara produksi, konservasi, dan ekonomi. World Agroforestry Centre (ICRAF).
Junaidi, A., Bukhari, A., & Fajriani, Y. (2019). Kajian naungan pohon terhadap produksi dan mutu biji kopi Arabika di Aceh Tengah. Jurnal Agrista, 23(2), 123–132.
Kementerian Pertanian RI. (2020). Pedoman umum budidaya kopi Arabika. Direktorat Jenderal Perkebunan.
Kurniawan, H., & Putri, L. (2022). Potensi ekonomi kayu manis dalam sistem agroforestri kopi: Studi kasus di Aceh Tengah. Jurnal Agribisnis dan Agroindustri, 4(1), 54–60.
Marzuki, Yulianti, E., & Kurniawan, Y. (2021). Peran pohon pelindung terhadap efisiensi penggunaan air dan peningkatan hasil kopi Arabika di lahan berbukit. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 21(3), 207–215.
Marzuki, I., & Salsabila, N. (2023). Replikasi model agroforestri kopi adaptif di daerah dataran tinggi: Peluang dan tantangan. Jurnal Inovasi Pertanian, 15(2), 150–158.
Musnandar, Hidayat, M., & Putri, R. S. (2020). Agroforestri kopi berbasis tanaman multiguna di dataran tinggi Gayo. Jurnal Agroforestri Indonesia, 2(1), 45–52.
Pratama, R., & Nurmayasari, M. (2021). Optimalisasi manajemen pascapanen dalam meningkatkan nilai jual kopi rakyat. Jurnal Agroindustri, 7(2), 89–95.
Rachman, A., Wulandari, D., & Hairiah, K. (2018). Peran serasah dan Rhizobium lamtoro dalam perbaikan kesuburan tanah di perkebunan rakyat. Dalam Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal (hlm. 112–118). Palembang, Indonesia.
Rahn, E., Baca, M., Läderach, P., Cressy, C., & Schroth, G. (2018). Climate change adaptation, mitigation and livelihood benefits in coffee production: Where are the synergies? Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change, 23(6), 965–982.
Sari, D., & Hendrawan, A. (2020). Integrasi teknologi dan pemberdayaan petani dalam pertanian berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Pertanian Berbasis Masyarakat, 3(1), 1–9.
Siregar, F. A., & Ramadhan, L. (2019). Penerapan pencatatan usaha tani sederhana untuk meningkatkan efisiensi produksi petani kopi. Jurnal Agribisnis, 13(1), 73–80.
Syafrudin, A., Rahayu, E., & Irnawati. (2021). Analisis potensi diversifikasi pendapatan melalui pohon pelindung bernilai ekonomi. Jurnal Inovasi Pertanian, 17(2), 99–107.
Widayati, A., Hairiah, K., Rachman, A., & van Noordwijk, M. (2017). Pohon-pohon penaung dalam sistem agroforestri kopi: Kontribusi terhadap produktivitas dan konservasi. World Agroforestry Centre (ICRAF).
Yuliani, N., Fadhilah, R., & Herlina, L. (2022). Strategi branding dan pemasaran kopi spesialti berbasis lokasi geografis. Jurnal Inovasi dan Teknologi Pangan, 4(3), 134–141.
Published
2025-12-31
How to Cite
HIKMAH, Hikmah et al. OPTIMASI SISTEM JARAK TANAM PELINDUNG TETAP DAN TANAM PELINDUNG SEBAGAI INCOME PASIV BAGI PETANI KOPI ARABIKA DALAM MENDUKUNG PERTANIAN GENERATIVE. INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian, [S.l.], v. 9, n. 2, p. 734-748, dec. 2025. ISSN 2615-0794. Available at: <https://unars.ac.id/ojs/index.php/integritas/article/view/7361>. Date accessed: 28 jan. 2026. doi: https://doi.org/10.36841/integritas.v9i2.7361.