Instalasi Alat Ultrafiltrasi untuk Penyediaan Air Bersih bagi Jamaah Masjid di Desa Way Redak Pesisir Barat

  • Nia Kurniasih Institut Teknologi Bandung
  • Miga Magenika Julian Institut Teknologi Bandung
  • Esa Fajar Hidayat Universitas Brawijaya
  • Nirmawana Simarmata Institut Teknologi Sumatera
  • Sarah Kristina Pakpahan Institut Teknologi Bandung
  • Aisyah Fitria Nurul Izzah Institut Teknologi Bandung

Abstract

Perubahan iklim global memberikan dampak serius terhadap ketersediaan air tanah, termasuk di wilayah pesisir yang setiap tahun menghadapi krisis air bersih. Masyarakat pesisir, khususnya nelayan, merupakan kelompok paling rentan karena tidak hanya berhadapan dengan keterbatasan akses air bersih, tetapi juga dengan tingkat kemiskinan yang relatif tinggi. Desa Way Redak di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, sebagai salah satu kawasan 3T (terluar, terdepan, tertinggal), menghadapi kondisi tersebut dengan kompleksitas permasalahan yang tinggi. Pada tahun 2024, tim pengabdian masyarakat telah melaksanakan program restorasi ekosistem buatan terumbu karang untuk merespons penurunan hasil tangkapan ikan. Namun, persoalan mendesak lainnya adalah kerentanan ketersediaan air bersih akibat intrusi air laut yang didorong oleh perubahan iklim dan kondisi geografis Desa Way Redak yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Menjawab permasalahan tersebut, program pengabdian tahun 2025 difokuskan pada instalasi teknologi membran ultrafiltrasi sebagai alternatif penyediaan air bersih siap konsumsi. Teknologi ini secara empiris terbukti mampu mengolah sumber air yang kurang layak menjadi air yang aman diminum. Implementasi kegiatan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas jamaah masjid setempat serta meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pisang. Selain itu, penyediaan fasilitas air minum ini berpotensi memitigasi pencemaran plastik dari penggunaan botol sekali pakai yang sering ditinggalkan wisatawan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan lingkungan, kesehatan masyarakat pesisir, serta mendukung keberlanjutan pariwisata bahari di Krui.

Downloads

Download data is not yet available.

References


  • Alhussaini, M.A. dkk. (2024). Comparative analysis of reverse osmosis and nanofiltration for the removal of dissolved contaminants in water reuse applications. Desalination, 586, p. 117822. Available at: https://doi.org/10.1016/j.desal.2024.117822

  • Alviyanda, Anjar Dwi Asterina, and Redhatul Irma (2023). Identification of Saltwater Intrusion Distribution in North Padang Cermin Area, Lampung, Indonesia. Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology, 8(4), pp. 281–287. Available at: https://doi.org/10.25299/jgeet.2023.8.4.12236.

  • Aryanti, P.T. dkk. (2021). Unit Ultrafiltrasi-Karbon Aktif-Resin Penukar Ion Terintegrasi untuk Pengolahan Air Sumur Menjadi Air Minum. Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik, 20(2), pp. 146–155. Available at: https://doi.org/10.26874/jt.vol20no2.426.

  • Delis, P.C., Yuliana, D. and Kartini, N. (2024). STUDY OF WATER QUALITY AND POLLUTION LEVEL AT KETAPANG BEACH, PESAWARAN REGENCY, LAMPUNG. AQUASAINS, 12(3), pp. 1563–1574. Available at: https://doi.org/10.23960/aqs.v12i3.p1563-1574.

  • Djana, M. dkk. (2024). Desain Sistem Pengolahan Air Layak Konsumsi Dengan Aplikasi Membran Ultrafiltrasi Termodifikasi. Jurnal Redoks, 9(1), pp. 1–10. Available at: https://doi.org/10.31851/redoks.v9i1.13208.

  • Hastuti, E. and Wardiha, M. (2012). A study of brackish water membrane with ultrafiltration pretreatment in Indonesia’s coastal area. Journal of Urban and Environmental Engineering, 6(1), pp. 10–17. Available at: https://doi.org/10.4090/juee.2012.v6n1.010017.

  • Ishak, N.I.I. dkk. (2022). Treatment of river water using modular gravity-driven ultrafiltration (GDU) for individual contingency water supply. Water Supply, 22(5), pp. 5618–5637. Available at: https://doi.org/10.2166/ws.2022.164.

  • Mirwan, A. dkk. (2020). Aplikasi membran ultrafiltrasi termodifikasi untuk penyediaan air bersih layak konsumsi di Desa Jambu Burung Kalimantan Selatan. Buletin Profesi Insinyur, 3(1), pp. 29–32. Available at: https://doi.org/10.20527/bpi.v3i1.62.

  • Muh. Alifian Al Anshari. A dkk. (2023). Identifikasi Dampak Perubahan Iklim dan Pemodelan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Sebagai Upaya Adaptasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 8(1), pp. 19–28. Available at: https://doi.org/10.29244/jsil.8.1.19-28.

  • Novianti, K. and Warsilah, H. (2016). Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan Masyarakat Pesisir. 15(3).

  • Ronny, R., Hasan, Z.A. and Telan, A.B. (2024). Innovative Gravity-Fed Filtration System to Improve Coastal Community Water Quality. Jurnal Kesehatan Manarang, 10(3), p. 299. Available at: https://doi.org/10.33490/jkm.v10i3.1781.

  • Sheng Li dkk. (2009). An innovative treatment concept for future drinking water production: fluidized ion exchange – ultrafiltration – nanofiltration – granular activated carbon filtration. Drinking Water Engineering and Science, 2(2), pp. 41–47. Available at: https://doi.org/10.5194/dwes-2-41-2009

Published
2026-05-16
How to Cite
KURNIASIH, Nia et al. Instalasi Alat Ultrafiltrasi untuk Penyediaan Air Bersih bagi Jamaah Masjid di Desa Way Redak Pesisir Barat. INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian, [S.l.], v. 10, n. 1, p. 232-241, may 2026. ISSN 2615-0794. Available at: <https://unars.ac.id/ojs/index.php/integritas/article/view/7198>. Date accessed: 23 may 2026. doi: https://doi.org/10.36841/integritas.v10i1.7198.