PSIKOEDUKASI UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN EMPATI GUNA MENGATASI PERUNDUNGAN DI SMP “X” SURABAYA

  • Marselius Sampe Tondok Universitas Surabaya
  • Intan Cantika Agustin Universitas Surabaya
  • Ningrum Eka Universitas Surabaya
  • Stella Maris Universitas Surabaya
  • Rizkina Yasmin Universitas Surabaya
  • Leonardo Leonardo Universitas Surabaya
  • Ananda Dinar Putri Kinanti Universitas Surabaya

Abstract

Kasus perundungan masih terjadi di dunia pendidikan kita, termasuk di kalangan siswa SMP “X” yang menjadi mitra kegiatan pengabdian ini. Berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya perundungan di antaranya pengetahuan tentang perundungan dan empati terhadap korban. Berdasarkan analisis permasalahan tersebut tim pengabdian melakukan program psikoedukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan empati pada siswa SMP X. Kelompok mitra pengabdian adalah siswa-siswi SMP X kelas 9 sejumlah 210 orang. Psikoedukasi dilakukan menggunakan metode ceramah, diskusi film, dan pemberian modul. Efektivitas intervensi berupa perubahan pengetahuan dan empati pada pre-test dan post-test diukur menggunakan skala.  Hasil pengabdian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan empati pada siswa-siswi di SMP X Surabaya. Untuk itu, peningkatan pengetahuan tentang bentuk dan dampak perundungan, dan peningkatan empati dapat menjadi alternatif dalam mengurangi perundungan selain berbagai faktor lainnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baron, R.A. & Byrne, D. (2000). Human aggression (terjemahan Waskito). New York: Plenum.

Dwipayanti, I. A. S., & Indrawati, K. R. (2014). Hubungan antara tindakan bullying dengan prestasi belajar anak korban bullying pada tingkat sekolah dasar. Jurnal Psikologi Udayana, 1(2), 251-260.

Jelita, N. S. D., Iin, P., & Aniq, K. B. (2021). Dampak bullying terhadap kepercayaan diri anak. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 11(2), 232-240.

Juwita, V. A. (2021). “Saya bisa memahami kondisimu” menumbuhkan empati melalui pengasuhan orang tua. Dalam Smart military university: Kajian Psikologi Menghadapi Bencana di Indonesia, pp. 19-36. Malang: CV Literasi Nusantara Abadi.

Khaliza, C. N., Besral, B., Ariawan, I., & EL-Matury, H. J. (2021). Efek bullying, kekerasan fisik, dan kekerasan seksual terhadap gejala depresi pada pelajar SMP dan SMA di Indonesia: Analisis data global school-based student health survey Indonesia 2015. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(2), 98-106. https://doi.org/10.15294/jppkmi.v2i2.53149

Kumparan (2021). Catatan Akhir Tahun KPAI: Masih Banyak Kasus Bullying Berujung Korban Meninggal. Diakses tanggal 1 September 2022 dari dari https://kumparan.com/kumparannews/catatan-akhir-tahun-kpai-masih-banyak-kasus-bullying-berujung-korban-meninggal-1xCdQQVB9QH/full

Kundre, R., & Rompas, S. (2018). Hubungan bullying dengan kepercayaan diri pada remaja di SMP Negeri 10 Manado. Jurnal Keperawatan, 6(1), 1-6. https://doi.org/10.35790/jkp.v6i1.25173

Kurniasari, A. D., & Rahmasari, D. (2020). Ide bunuh diri pada korban bullying. Jurnal Penelitian Psikologi, 7(3), 117-122.

Nugroho, S., & Adiyanti, M. G. (2011). Program psikoedukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menangani bullying. JIP (Jurnal Intervensi Psikologi), 3(1), 25-48. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol3.iss1.art2

Rachmah, D. N. (2014). Empati pada pelaku bullying. Jurnal Ecopsy, 1(2), 51-58. https://doi.org/10.20527/ecopsy.v1i2.487

Rahayu, B. A., & Permana, I. (2019). Bullying di sekolah: Kurangnya empati pelaku bullying dan pencegahan. Jurnal Keperawatan Jiwa, 7(3), 237-246.

Rulita (2022). Dia gk sejahat Fir'aun dan kalian tak sebaik harun. https://www.tiktok.com/@rulita_2105/video/7106011322231442715?_r=1&_t=8VVh8rWuPti&is_from_webapp=v1&item_id=7106011322231442715

Sapitri, W. A. (2020). Cegah dan stop bullying sejak dini. Guepedia.

Sari, Y. P., & Azwar, W. (2018). Fenomena bullying siswa: Studi tentang motif perilaku bullying siswa di SMP Negeri 01 Painan, Sumatera Barat. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 10(2), 333-367. https://doi.org/10.24042/ijpmi.v10i2.2366

Sejiwa. (2008). Bullying: Panduan bagi orang tua dan guru mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan. Jakarta: Grasindo.

Soedjatmiko, S., Nurhamzah, W., Maureen, A., & Wiguna, T. (2016). Gambaran bullying dan hubungannya dengan masalah emosi dan perilaku pada anak sekolah dasar. Sari Pediatri, 15(3), 174-80. http://dx.doi.org/10.14238/sp15.3.2013.174-80

Supratiknya, A. (2008). Psikoedukasi merancang program dan modul. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Tiyas E. N. (2017). Pengaruh empati terhadap kepedulian sosial pada remaja. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Malang.

Tobing, J. A. D. E., & Lestari, T. (2021). Pengaruh mental anak terhadap terjadinya peristiwa bullying. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1882–1889. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/1180

Tumon, M. B. A. (2014). Studi deskriptif perilaku bullying pada remaja. CALYPTRA, 3(1), 1-17.

Zakiyah, E. Z., Fedryansyah, M., & Gutama, A. S. (2018). Dampak bullying pada tugas perkembangan remaja korban bullying. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 1(3), 265-279.
Published
2023-05-03
How to Cite
TONDOK, Marselius Sampe et al. PSIKOEDUKASI UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN EMPATI GUNA MENGATASI PERUNDUNGAN DI SMP “X” SURABAYA. INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian, [S.l.], v. 7, n. 1, p. 176-186, may 2023. ISSN 2615-0794. Available at: <https://unars.ac.id/ojs/index.php/integritas/article/view/2292>. Date accessed: 23 apr. 2024. doi: https://doi.org/10.36841/integritas.v7i1.2292.