Penerapan Integral Lipat Dua untuk Menganalisis Distribusi Curah Hujan Bulanan Terbaru di Kabupaten Situbondo (Studi Kasus: September 2025)

  • Risan Nur Santi Univer
  • Wiwik Sri Untari Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Rike Andika Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Dila Wulandari Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Hanina Assegaf Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
  • Siti Aisyah Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Abstract

Kabupaten Situbondo, Jawa timur, memiliki variasi topografi yang menyebabkan distribusi curah hujan tidak merata, yang berimplikasi pada risiko bencana, irigasi pertanian, dan pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi dan rata-rata curah hujan secara spasial di Situbondo menggunakan konsep integral lipat dua, yang mampu mempertimbangkan variasi area dan Lokasi. Data curah hujan diperoleh dari 4 pemantauan nyata dari BMKG Situbondo yaitu di Pertanian Suboh, SP-Cuaca Jatibanteng, dan BBWS Brantas Besuki selama bulan September 2025 (data terbaru yang diverifikasi BMKG Jatim). Data spasial wilayah dan topografi diperoleh dari Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk aproksimasi numerik integral lipat dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu memodelkan pola penyebaran curah hujan dengan akurasi 85%, lebih efektif daripada metode rata-rata konvensional. Data curah hujan yang digunakan diperoleh dari BMKG Situbondo periode Januari-Desember 2023, dengan titik pengukuran: f(0,0)=18, f(60,19.4)=62, f(60,25)=35, f(15,25)=41, dan f(0,20)=15 mm/bulan. Hasil analisis menunjukkan fungsi distribusi curah hujan: f(x,y) = 17.83 + 0.21x - 0.13y, yang menunjukkan curah hujan meningkat ke timur dan menurun ke selatan. Curah hujan bervariasi 14-70 mm/bulan, dengan rata-rata 22.5 mm/bulan (dihitung dari integral lipat dua). Hasil ini dapat digunakan untuk membangun peringatan dini banjir dan merencanakan sistem drainase yang lebih efektif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (2024a). Stasiun Geofisika Pasuruan: Wilayah pengawasan dan aktivitas pemantauan curah hujan. Jakarta: BMKG Pusat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (2024b). Prakiraan cuaca dan data curah hujan bulanan kecamatan Situbondo. Diakses dari situs resmi BMKG: https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/35.12.07/situbondo.html
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) & Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo. (2023). Laporan kolaborasi pemantauan risiko banjir dan penyebaran peringatan dini di Situbondo. Situbondo: BPBD Situbondo.
Budiyono, A. (2021). Konsep integral lipat dua dalam hidrologi: Aplikasi untuk perhitungan distribusi curah hujan di wilayah perkotaan. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan, 18(2), 45–58.
Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. (2020). Pedoman perencanaan sistem drainase perkotaan untuk daerah rawan banjir. Jakarta: Badan Penerbit PUPR.
Hartono, B., & Wijaya, E. (2023). Penerapan model matematis integral lipat dua dalam prediksi potensi banjir di daerah cekungan Jawa Timur. Jurnal Hidrologi Indonesia, 25(1), 12–27.
Published
2026-08-12
How to Cite
NUR SANTI, Risan et al. Penerapan Integral Lipat Dua untuk Menganalisis Distribusi Curah Hujan Bulanan Terbaru di Kabupaten Situbondo (Studi Kasus: September 2025). CERMIN: Jurnal Penelitian, [S.l.], v. 10, n. 1, p. 242-251, aug. 2026. ISSN 2615-3238. Available at: <https://unars.ac.id/ojs/index.php/cermin_unars/article/view/8688>. Date accessed: 27 aug. 2026. doi: https://doi.org/10.36841/cermin_unars.v10i1.8688.