MODEL INTEGRATIF IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DIGITAL: SINTESIS EDWARD III DAN DIGITAL GOVERNANCE PADA SISTEM PENGADUAN SOSIAL KOTA MALANG
Abstract
Transformasi digital dalam sektor pelayanan publik mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan kebijakan berbasis teknologi sebagai bagian dari reformasi tata kelola pemerintahan. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan digital melalui penyusunan kerangka konseptual yang mengintegrasikan model implementasi kebijakan George C. Edward III dengan perspektif digital governance pada Sistem Pengaduan Sosial Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen kebijakan, dengan informan yang dipilih secara purposive dari unsur birokrasi dan pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem pengaduan sosial belum sepenuhnya optimal karena dipengaruhi oleh keterbatasan komunikasi kebijakan, kapasitas sumber daya, fragmentasi struktur birokrasi, serta tantangan tata kelola digital yang bersifat lintas sektor. Penelitian ini menawarkan novelty berupa kerangka konseptual integratif yang memosisikan sistem pengaduan sosial sebagai instrumen kebijakan digital dalam sektor kesejahteraan sosial, bukan sekadar aplikasi layanan administratif. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan digital sangat ditentukan oleh kapasitas institusional dan kualitas digital governance di tingkat pemerintah daerah.
Downloads
References
Ansell, C., Sørensen, E., & Torfing, J. (2020). Improving policy implementation through collaborative governance. Public Administration Review, 80(4), 631–644. https://doi.org/10.1111/puar.13209
Bannister, F., & Connolly, R. (2020). The great theory hunt: Does e-government really have a problem? Government Information Quarterly, 37(1), 101383. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.101383
Basuki. (2021). Transformasi digital dalam pelayanan publik: Tantangan dan peluang pemerintah daerah. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 18(2), 160–181.
Edward III, G. C. (1980). Implementing public policy. Washington, DC: Congressional Quarterly Press.
Fernández-i-Marín, X., Hernández, E., & Martin, I. (2021). Digital skills and public sector performance: Evidence from local governments. Government Information Quarterly, 38(4), 101606. https://doi.org/10.1016/j.giq.2021.101606
Fauziya, R., Hidayat, A., & Lestari, D. (2023). Efektivitas aplikasi E-Sambat dalam meningkatkan kualitas pelayanan pengaduan masyarakat. Jurnal Pelayanan Publik, 9(1), 33–48.
Gil-Garcia, J. R., Dawes, S. S., & Pardo, T. A. (2018). Digital government and public management research: Finding the crossroads. Public Management Review, 20(5), 633–646. https://doi.org/10.1080/14719037.2017.1327181
Gil-Garcia, J. R., Zhang, J., & Puron-Cid, G. (2020). Conceptualizing smartness in government: An integrative and multi-dimensional view. Government Information Quarterly, 37(4), 101531. https://doi.org/10.1016/j.giq.2020.101531
Grindle, M. S. (2017). Politics and policy implementation in the third world. Princeton, NJ: Princeton University Press.
Heeks, R. (2006). Implementing and managing e-government: An international text. London: SAGE Publications.
Herfandi, R., Nugroho, A., & Pratama, F. (2021). Sistem informasi pengaduan masyarakat berbasis digital dalam perspektif tata kelola pemerintahan. Jurnal Sistem Informasi Pemerintahan, 5(2), 308–315.
Irawan, D. (2017). Manajemen pelayanan publik. Jakarta: Gramedia.
Kim, S., & Kim, H. J. (2021). Digital government transformation and public value creation. International Journal of Public Administration, 44(10), 854–866. https://doi.org/10.1080/01900692.2020.1757018
Kuncoro, E., Prabowo, H., & Setiawan, R. (2022). Digitalisasi pelayanan publik dan tantangan implementasi di pemerintah daerah. Jurnal Administrasi Negara, 14(1), 14–29.
Lipsky, M. (2019). Street-level bureaucracy: Dilemmas of the individual in public services (Updated ed.). New York, NY: Russell Sage Foundation.
May, A., & Fanida, E. (2023). Analisis efektivitas aplikasi Wargaku dalam pelayanan publik Kota Surabaya. Jurnal Administrasi Publik, 20(1), 10–27.
Meijer, A., & Bekkers, V. (2020). Digital public management: Key issues and future directions. Public Management Review, 22(3), 311–333. https://doi.org/10.1080/14719037.2019.1647898
Mergel, I., Edelmann, N., & Haug, N. (2019). Defining digital transformation: Results from expert interviews. Government Information Quarterly, 36(4), 101385. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.06.002
Mergel, I., Ganapati, S., & Whitford, A. B. (2021). Agile: A new way of governing. Public Administration Review, 81(1), 161–165. https://doi.org/10.1111/puar.13202
OECD. (2020). Digital government index 2019: Results. Paris: OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/4de9f5bb-en
Pardo, T. A., Nam, T., & Burke, G. B. (2022). E-government interoperability: Interaction of policy, management, and technology dimensions. Government Information Quarterly, 39(1), 101646. https://doi.org/10.1016/j.giq.2021.101646
Peters, B. G. (2021). Advanced introduction to public policy. Cheltenham: Edward Elgar Publishing.
UNDP. (2021). Digital strategy 2022–2025. New York, NY: United Nations Development Programme.
UNDESA. (2022). E-government survey 2022: The future of digital government. New York, NY: United Nations.
van Deursen, A. J. A. M., & Helsper, E. J. (2020). The third-level digital divide: Who benefits most from being online? Communication and Information Technologies Annual, 15, 29–52.
Winarno, B. (2018). Kebijakan publik: Teori, proses, dan studi kasus. Yogyakarta: CAPS.







