Analisis Kelayakan Ekonomi Usahatani Tebu Rakyat di Desa Wringin Anom Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan ekonomi usahatani tebu di Desa Wringin Anom Kecamatan Asembagus. Indikator kelayakan ekonomi yang digunakan ialah pendapatan usahatani, R/C Ratio, π/C Ratio, BEP unit, dan BEP rupiah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey, meliputi observasi, wawancara, dan pengisian kuisioner. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik slovin sehingga di dapatkan 32 petani tebu sebagai responden. Data dianalisis dengan menggunakan analisis pendapatan, analisis R/C Ratio, analisis π/C Ratio, dan analisis BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani tebu di Kecamatan Asembagus pada umumnya memiliki kelayakan secara ekonomi. Rata-rata pendapatan usahatani ialah sebesar Rp 39.897.323, rata-rata nilai R/C Ratio 4,28, rata-rata nilai π/C Ratio 328,43 %, rata-rata nilai BEP unit rata-rata sebesar 3,53 kuintal , dan nilai BEP rupiah rata-rata sebesar Rp. 778.94. Tingkat produksi yang lebih tinggi, harga tebu yang lebih menguntungkan, dan biaya produksi yang semakin efisien menyebabkan tingkat kelayakan ekonomi yang semakin besar.
Downloads
References
BPS Situbondo. (2020). Badan Pusat Statistik Kabupaten Situbondo. https://situbondokab.bps.go.id/publication/2020/05/20/f8ed06d2f6ab48f241b1e737/kabupaten-situbondo-dalam-angka-2020.html
Dillon, J. L., Hardaker, J. B., Soekartawi, & Soeharjo, A. (2011). Ilmu usahatani dan penelitian untuk pengembangan petani kecil. Universitas Indonesia.
Fahmi, I., & Hadi, Y. L. (2009). Studi Kelayakan Bisnis: Teori dan aplikasi.
Indrawanto, C., Syakir, M., & Rumini, W. (2010). Budidaya dan pasca panen tebu.
Saskia, D. Y., & Waridin, W. (2012). Biaya dan Pendapatan Usahatani Tebu Menurut Status Kontrak (Studi Kasus di PT IGN Cepiring, Kab. Kendal).
Soekartawi. (2011). Ilmu Usaha Tani. Universitas Indonesia.







