SUPLEMENTASI AIR KELAPA PADA MEDIA MURASHIGE & SKOOG UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN KENTANG SECARA IN VITRO
Abstract
Kentang (Solanum tuberosum) merupakan salah satu komoditas pertanian yang potensial dikembangkan sebagai alternatif sumber karbohidrat. Akan tetapi produksi kentang di Indonesia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan nasional karena keterbatasan bibit yang berkualitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pemenuhan bibit kentang berkualitas yaitu melalui perbanyakan in vitro (kultur jaringan). Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penambahan air kelapa pada media Murashige & Skoog (MS) eksplan batang kentang. Alasan penggunaan air kelapa karena kandungan hormon, asam amino, dan berbagai jenis unsur hara esensial yang penting bagi pertumbuhan eksplan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan terdiri dari empat konsentrasi air kelapa (50 ml/L, 60 ml/L, 100 ml/L, dan 150 ml/L) dengan 3 kali ulangan. Parameter pengamatan meliputi persentase planlet hidup, tinggi tunas, jumlah daun, dan tinggi planlet. Hasil menunjukkan pemberian air kelapa tidak berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan planlet kentang yang diamati. Namun konsentrasi air kelapa yang menghasilkan pertumbuhan planlet kentang tertinggi yaitu pada konsentrasi 100 ml/L untuk parameter tinggi planlet dan konsentrasi 150 ml/L untuk parameter tinggi tunas, jumlah daun serta persentase hidup eksplan. Sehingga pemberian air kelapa dengan konsentrasi 100 ml/L dan 150 ml/L direkomendasikan sebagai suplemen dalam media MS untuk pertumbuhan kentang secara in vitro.




.png)




