KESESUAIAN LOKASI KERAMBA JARING APUNG DILIHAT DARI KONDISI HIDROGRAFI DI DESA GELUNG KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO

  • Creani Handayani Program Studi Teknik Kelautan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, Situbondo
  • Aditya Kusuma Wardhana Program Studi Teknik Kelautan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, Situbondo

Abstract

Dari sekian komoditas perikanan yang bernilai tinggi dan selalu diminati pasar perikanan seluruh duina yaitu Lobster Pasir (Panulirus homarus). Setiap tahun permintaan akan lobster di dunia meningkat. Keramba jaring apung di laut merupakan wadah yang tepat dalam budidaya Lobster Pasir. Faktor yang harus diperhatikan pada budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) yaitu kualitas perairan serta lokasi yang cocok untuk pertumbuhan lobster. Budidaya di keramba jaring apung harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu harus memiliki kondisi hidrografi yang sesuai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat kondisi hidrografi keramba jaring apung sebagai tempat budidaya Lobster Pasir di Desa Gelung Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Adapun metode yang dipakai di dalam penelitian ini adalah analisis kesesuaian berdasarkan nilai pembobotan scoring. Didapatkan bahwa berdasarkan hasil dari tabel kesesuaian scoring, kondisi  hidrografi keramba jaring apung sebagai tempat budidaya Lobster Pasir di perairan Gelung dengan nilai keseluruhan 67,18% termasuk dalam kategori layak bersyarat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amri, K., Manurung, D., Jonson, L., Gaol., Baskoro, M.S. (2010). Karakteristik Suhu Permukaan Laut Dan Kejadian Upwelling Fase Indian Ocean Dipole Mode Positif Di Barat Sumatera Dan Selatan Jawa Barat. Peneliti pada Balai Penelitian Perikanan Laut, Balitbang KP-KKP.

Barus, T. A. (2004). Pengantar Limnologi Studi Tentang Ekosistem Air Daratan. Medan : USU Press.

Cokrowati., Nunik., Arjuni, A., Rusman. (2012). Pertumbuhan rumput laut kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan. Jurnal Biologi Tropis. Vol 5 (1) : 12-18.

Hidayat, R., Harpeni, E., Wardiyanto. (1995). Profil Hematologi Kakap Putih (Lates calcallifter) yang Distimulasi dengan Jintan Hitam (Nigela sativa) dan Efektivitasnya terhadap Infeksi Vibrio dengan Alginolyticus. Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan. vol. 3 no. 1. hal: 327-334.

Jones, C. M. (2010). Tropical spiny lobster aquaculture development in Vietnam , Indonesia and Australia. J. Mar. Biol. Ass. India, 52(2). 304–315. Retrieved from http://mbai.org.in/php/journaldload.php?id=2175&bkid=102#

Junaidi, M., & Heriati, A. (2017). Pengembangan budidaya udang karang dalam keramba jaring apung di Teluk Ekas Provinsi Nusa Tenggara Barat. In Bunga Rampai Iptek Sumber Daya Pesisir untuk Pengemabngan Blue Economy di Pulau Lombok (pp. 111–123)

Kordi, K.G. (2009). Pengelolaan Kualitas Air dalam Budidaya Perairan. Jakarta:Rineka Cipta

Mahmudin & Muhammad. (2016). Budidaya Lobster di Jaring Terapung. Jakarta : Penebar Swadaya.

Purnawan, S., Zaki, M., Asnawi, T.M., Setiawan, I. (2015). Studi Penentuan Lokasi Budidaya Kerapu menggunakan Keramba Jaring Apung Di Perairan Timur Simeulue. Depik, 4 (1) : 40 – 48.

Sahabuddin, H., Harisuseno, D., Yulianti, E. (2014). Analisa status mutu air dan daya tampung beban pencemaran Sungai Wanggu Kota Kendari. J. Teknik Pengairan. 5 (1) : 19-28

Sunoto, P. (1994). Pembesaran Kerapu dengan Keramba Jaring Apung. Jakarta : Swadaya.
Published
2022-11-07
How to Cite
HANDAYANI, Creani; WARDHANA, Aditya Kusuma. KESESUAIAN LOKASI KERAMBA JARING APUNG DILIHAT DARI KONDISI HIDROGRAFI DI DESA GELUNG KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO. AGRIBIOS, [S.l.], v. 20, n. 2, p. 272-277, nov. 2022. ISSN 2723-7044. Available at: <https://unars.ac.id/ojs/index.php/agribios/article/view/2375>. Date accessed: 23 apr. 2024. doi: https://doi.org/10.36841/agribios.v20i2.2375.
Section
Articles