RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP PEMBERIAN JENIS MULSA DAN PUPUK KOTORAN SAPI

  • Nurholis Nurholis Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura
  • Mohammad Roid Sulaiman Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura

Abstract

Mentimun merupakan salah satu komoditas sayuran yang cukup digemari. Banyak jenis mentimun yang ditanam oleh petani salah satunya mentimun lokal Sumenep. Rendahnya produksi mentimun di Bangkalan harus terus ditingkatkan guna menunjang perekonomian petani mentimun dan memenuhi kebutuhan mentimun masyarakat khususnya serta menukung target nasional pada umumnya. Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan produktivitas mentimun dapat dilakukan dengan perbaikan teknik budidaya tanaman mentimun yaitu dengan pemupukan dan penggunaan mulsa. Penelitian ini mengkombinasikan pupuk kotoran sapi. Penelitian ini dilakukan di kebun Hortikultura Socah, Desa Socah, Kabupaten Bangkalan. Waktu penelitian bulan Maret 2021 sampai Mei 2021. Rancangan yang digunakan adalah RAK-F (Rancangan Acak Kelompok Faktorial) yang diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan terdiri dari 2 faktor, masing – masing faktor terdapat 3 taraf perlakuan yaitu M0 (tanpa mulsa), M1 (mulsa jerami), M2 (mulsa plastik hitam perak), K0 (tanpa pupuk), K1 (pupuk 20 ton ha-1), K2 (pupuk 40 ton ha-1) sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variant (ANOVA) 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Respon perlakuan jenis mulsa dengan perlakuan M2 memberikan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan panjang tanaman begitupula respon perlakuan pupuk kotoran sapi dengan perlakuan K2, sedangkan respon kombinasi perlakuan jenis mulsa dan pupuk kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan bobot buah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadi, M.A., dan Yulia E. S. 2016. Pengaruh macam lanjaran dan mulsa pada hasil mentimun Var. Oris (Cucumis sativus L.). Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika 1(1): 38-43.

Amalia, W., Nur H. dan Kusrinah. 2018. Perbandingan pemberian variasi konsentrasi pupuk dari limbah cair tahu terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Journal of Biology and Applied Biology 1(1): 18-26.

BPS. 2019. Kabupaten bangkalan dalam angka 2020. BPS Bangkalan.

Cahyono, B. 2003. Timun. Aneka Ilmu. Semarang.

Dani, U., Adi O. R. H., Dadan R. N. dan Rusta. 2014. pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) kultivar sabana F1 dan Vanesa pada berbagai dosis pemberian bio-fosfat. Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan 2(2): 1-8.

Gaol, B. C. P. L. 2019. Efektivitas pemberian jenis pupuk kandang sapi dan mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L). Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi. Medan.

Ichsannudin, M., Haryono, G., dan Susilowati, Y. E. 2017. Pengaruh dosis pupuk kandang sapi dan macam mulsa terhadap hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) varitas kaliurang. Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika 2(1): 1-9.

Jaenudin, A. dan Aldi K. P. 2014. Pengaruh berbagai jenis pupuk organik dan mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun jepang (Cucumis sativus L.). Jurnal Agroswagati 2(2): 183-188.

Khoirunnisa, F. A., Eny F., dan Didik W. W. 2019. Pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) yang dibudidayakan dengan menggunakan berbagai jenis mulsa dan dosis pupuk kandang kambing yang berbeda. Jurnal Pertanian Tropik 6(3): 383-392.

Mading, Y., Dian M. dan Dewi N. 2021. Respons pertumbuhan tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap pemberian kompos fermentasi kotoran sapi. Jurnal Indobiosains 3(1): 9-16.

Mayun, I. D. A. A. Y. U. 2007. Efek mulsa jerami padi dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di daerah pesisir. Agritrop 26(1): 33-40.

Pramitasari, H. E., Tatik W. dan Mochammad N. 2016. Pengaruh dosis pupuk nitrogen dan tingkat kepadatan tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleraceae L.). Jurnal Produksi Tanaman 4(1): 49-56.

Purwaningrum, Y. 2011. Pengaruh pemangkasan dan jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman timun (Cucumis sativus L). Agriland 1(1): 49-58.

Setiyaningrum, A. A., A. Darmawati, dan S. Budiyanto. 2019. Pertumbuhan dan produksi tanaman kailan (Brassica oleracea) akibat pemberian mulsa jerami padi dengan takaran yang berbeda. J. Agro Complex 3(1): 75-83.

Sriyanto, D., Puji A. dan Akas P. S. 2015. Pengaruh dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu dan terung hijau (Solanum melongena L.). Jurnal Agrifor 14(1): 39-44.

Sumpena, U. 2001. Budidaya mentimun intensif mulsa secara tumpang gilir. Penebar Swadaya. Jakarta.

Umboh. A. H. 2000 Petunjuk penggunaan mulsa. Penebar Swadaya. Jakarta.

Winarso, S. 2005. Kesuburan tanah, dasar kesehatan dan kualitas tanah. Gramedia Jakarta.
Published
2022-11-03
How to Cite
NURHOLIS, Nurholis; SULAIMAN, Mohammad Roid. RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP PEMBERIAN JENIS MULSA DAN PUPUK KOTORAN SAPI. AGRIBIOS, [S.l.], v. 20, n. 2, p. 211-218, nov. 2022. ISSN 2723-7044. Available at: <https://unars.ac.id/ojs/index.php/agribios/article/view/2245>. Date accessed: 12 june 2024. doi: https://doi.org/10.36841/agribios.v20i2.2245.
Section
Articles