PENGUATAN IDEOLOGI PANCASILA DALAM MENANGKAL RADIKALISME
Abstract
Permasalahan yang dibahas dalam pengabdian ini adalah tentang semakin meningkatnya radikalisme, terorisme, dan gerakan-gerakan intoleransi di Indonesia, terutama permasalahan yang terkait tentang perbedaan agama (intoleransi berbasis agama). Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan materi tentang penguatan ideologi Pancasila kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Metode atau pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metede ceramah dan presentasi yang dilakukan selama kurang lebih dua jam. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa mahasiswa menjadi bisa memahami tentang pentingnya Pancasila sebagai pandangan hidup, Pancasila sebagai dasar negara, dan Pancasila sebagai ideologi bangsa, disamping itu mahasiswa merasa bahwa pemberian materi tentang penguatan ideologi Pancasila adalah suatu hal yang sangat penting dilakukan secara terus menerus kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Pemberitahuan Hak Cipta
Penulis yang naskahnya diterbitkan pada Jurnal Abdi Publik menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis tetap memegang hak cipta atas karyanya dan memberikan jurnal hak publikasi pertama. Karya ini disebarluaskan secara serentak di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0), yang mengizinkan pihak lain untuk membagikan dan mengadaptasi karya tersebut dengan syarat memberikan pengakuan/kredit yang sesuai kepada penulis dan mencantumkan tautan publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang telah diterbitkan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan syarat mencantumkan pengakuan yang jelas atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk membagikan karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web pribadi) sebelum dan selama proses pengiriman naskah. Hal ini terbukti dapat mendorong pertukaran ilmiah yang produktif serta meningkatkan jumlah kutipan (sitasi) yang lebih awal dan lebih luas dari karya yang telah diterbitkan.
