@article{prosiding, author = {Mochammad Winarso and Suwardi Suwardi and Sumarwoto Sumarwoto and Muhammad Arifien}, title = { RESPON PERTUMBUHAN BERBAGAI PANJANG STEK BATANG TIN (Ficus carica L.) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI IBA}, journal = {PROSIDING SEMINAR NASIONAL UNARS}, volume = {1}, number = {1}, year = {2022}, keywords = {}, abstract = {Tanaman Tin (Ficus carica L.) adalah tanaman khas Timur Tengah yang dibudidayakan di Indonesia sebagai tanaman berkhasiat dan tergolong langka. Perlu dikembangkan budidaya tanaman ini karena produksinya masih rendah, diantaranya dengan memperbaiki pembibitan tanaman tin secara vegetatif melalui berbagai ukuran stek batang dengan pemberian IBA. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsetrasi IBA yang tepat dan panjang stek batang terbaik terhadap pertumbuhan stek batang tin. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Condong Catur, Depok, Sleman, DIY pada bulan Agustus 2020 sampai Oktober 2020. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan dengan Rancangan Split Plot dengan 2 faktor yaitu untuk faktor pertama sebagai Petak Utama (Main Plot) berupa konsentrasi IBA, terdiri atas konsentrasi 0 ppm, 15 ppm, 30 ppm, 45 ppm dan faktor kedua Anak Petak (Sub Plot) berupa panjang stek batang terdiri atas panjang stek 5 cm, 10 cm, 15 cm. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisis keragamannya dengan Sidik Ragam pada jenjang nyata 5% dan untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan dilakukan Uji Jarak Berganda DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada jenjang 5%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan. Perlakuan konsentrasi IBA pada konsetrasi 45 ppm, memiliki waktu muncul tunas lebih cepat. Pada perlakuan panjang stek 15 cm memiliki jumlah daun terbanyak. Pada perlakuan konsentrasi IBA 45 ppm dan 45 ppm memilikin panjang akar terpanjang dan pada perlakuan konsentrasi IBA 30 ppm dan 45 ppm dengan panjang stek 15 cm dan 10 cm memiliki persentasi stek hidup lebih besar.}, pages = {288--294}, url = {https://unars.ac.id/ojs/index.php/prosidingSDGs/article/view/2470} }